Rabu, 30 Desember 2015

Short Story



The Sidekick

Something had been bugging Maya since lunch time. It was something that nina had said in the school cafeteria. Maya refused to join her this Saturday night for a poetry reading session at the library. That was weird because Maya was crazy about poetry and this was the third time she cancelled going to a reading session.
“Wake up and smell the roses, Maya,” Nina snapped when Maya told her that she couldn’t go because Jennifer needed her help for her science project. Jennifer was one of the coolest and most popular girls at school. Being friends with one of the popular kids raised one’s social status. Something that Maya could only dreamed of before.
“Huh?” Maya was shocked to hear Nina’s tone of voice.
“Oh, you’re so naive. Can’t you see that Jennifer’s taking advantage of you? She needs your help for the science project. By ‘help’ I mean she wants you to do the science project for her and not with her. Got it?”
Maya stopped eating her jelly. “So? I don’t mind. It’s cool to be friends with the popular kids. You should try it some time.”
“You’re not her friend. You’re just someone who follows her around. Do things for her. You’re.....her....her sidekick! And I’m being nice when I use that word!” Those were Nina’s last words as she left Maya.
At home, Maya looked up the word. Hey, that wasn’t so bad, she comforted herself. The definition was ‘friend’.... although it also meant ‘assistant.’Was Nina Right? Was Jennifer’s assistant, and not a friend? But Batman has Robin as his sidekick. It works out fine. They help each other solving crimes. Just like,... just like...,  wait a minute, Jennifer never help her with anything. She always the one who did things for Jennifer. OH MY GOD! Nina was right. Ever since Jennifer chose her as her science project partner, Jennifer kept asking Maya to do things for her.
Beep! It’s her cellular phone: Jennifer.
“Hi there, girlfriend. Listen, I need your help desperately. Tim has asked me out tonight, but we have that book report for literature that’s due tomorrow. I was wondering if you could help me out. You know, like always,” Jennifer babbled on.
Somehow, Maya plucked up the courage to say,”No.”
“Just email me the assignment when you’re done. Thanks....”Jennifer stopped talking. “Excuse me,... what did you say?” She sounded shocked.
“I said no. No more sidekick jobs,”Maya said firmly. She couldn’t believe it. She felt as if a huge weight had been lifted off her back.
“Sidekick jobs? What do you mean?!?”
“Listen, Jennifer. I thought you really wanted to be my friend. But all this time, you’ve been using me: do your assignments, carry your stuff while we’re shopping at the mall, lie to your parents telling them you’re staying at my place while, in fact, you’re out there partying.”
Jennifer laughed. “Using you?! How about you’ve been using me to be popular? I wasn’t using you. I see it as..... what do biologists call it... uh... a symposium mutualism, symmetry symbiotic.... uh...”
“A mutualistic symbiosis,” Maya mumbled.
“Whatever. That’s the word. I get my assignments done, you get to hang out with the popular kids at school.”
Click. Jennifer hung up.
Maya sighed. She suddenly thought of Nina.
Nina was eating an apple by myself at the cafeteria when Maya approached her.
“Look, you’re right. Jennifer was only using me. She never wanted to be my friend. She just wanted someone to do her assignments.” May sat in front of Nina. Nina kept quite. “Are we still on for this Saturday night?” Maya asked.
Nina didn’t get a chance to replay because Jennifer suddently materialized bside them. “Hey, girlfriend. Thanks for the book report. We’re still going to Lauren’s birthday party this Saturday night, right?” She was addressing Nina without paying attention to Maya’s direction, Jennifer headed to her table in the corner of the cafeteria, where her gang was waiting.
May couldn’t believe her ears. Girlfriend? Book report? Lauren’s birthday party? What the h.....?!
“what was she talking about? Did you....? what about all the things you said about her? I can’t believe you!” Maya whispered bitterly to Nina.
Nina stood up and bent down to whisper back to maya. “well, I took your advice. I want to know what it’s like to hang out with the popular kids.”

Translated into Indonesia
Sesuatu telah mengganggu di pikiran Maya sejak makan siang tadi. Itu adalah sesuatu yang Nina pernah katakan di kantin sekolah. Maya menolak untuk berkumpul bersamanya di malam sabtu ini selama pertemuan membaca sebuah puisi di perpustakaan daerah. Itu benar-benar aneh karena Maya kehilangan semangat mengenai puisinya dan ini sudah yang ketiga kalinya dia di batalkan pergi ke sebuah pertemuan membaca.
“Bangun dan cium aroma bunga mawar itu, Maya,” Nina membentak ketika Maya memberitahukannya bahwa dia tidak dapat pergi karena Jennifer membutuhkan pertolongannya untuk proyek ilmiahnya. Jennifer adalah salah satu cewek cakep dan paling terkenal di antara cewek-cewek lain di sekolah. Menjadi teman bersama salah satu anak-anak yang terkenal mengangkat status sosialnya. Sesuatu yang hanya dapat Maya mimpikan sebelumnya.
“Ugh?” Maya kaget mendengar nada suara Nina.
“Oh, kau begitu naif. Tidaklah kau lihat bahwa Jennifer sedang mengambil keuntungan darimu ? dia membutuhkan pertolonganmu untuk proyek ilmiah. Dari “tolong” maksudku dia ingin kau mengerjakan proyek ilmiah untuknya dan bukan bersamanya. Mengerti?
Maya berhenti makan agar-agarnya. Jadi? Aku tidak keberatan. Ini sangat mengasikkan menjadi teman bersama anak-anak yang terkenal. Kau harus mencobanya sewaktu-waktu.
“Kau bukan temannya. kau hanyalah seseorang yang selalu mengikutinya kemanapun dia berada. Melakukan hal-hal untuknya. Kau adalah pelayannya! Dan aku bersikap baik ketika aku menggunakan kata itu! Itu adalah kata-kata terakhir Nina sebelum dia meninggalkan Maya.
Di rumah, Maya tersadar dengan kata-katanya. Hey itu tidaklah begitu buruk, dia menghibur dirinya sendirinya sendiri, pengertiannya adalah “teman”..... walaupun itu juga merupakan “pelayan”. Apakah Nina benar? Apakah dia pelayannya Jennifer’s dan bukan seorang teman? Tetapi Batman memiliki Robin sebagai temannya. Kata-katanya sudah benar. Mereka saling tolong-menolong memecahkan kejahatan lain. Persis seperti.... persis seperti .., tunggu sebentar, Jennifer tidak pernah membantunya dalam hal apa pun. Dia adalah orang yang selalu melakukan hal-hal untuk Jennifer. YA TUHAN! Nina benar. Sejak saat itu Jennifer memiihnya sebagai pelayan proyek ilmiahnya, Jennifer selalu meminta Maya untuk melakukan hal-hal untuknya.
Berbunyi! Ini dia telepon seluler: Jennifer.
Halo, teman. Dengarkan, aku butuh bantuanmu mati-matian. Tim sudah memintaku keluar malam ini, tetapi kita mempunyai laporan buku itu untuk karya sastra yang akan di jadwalkan besok. aku harap jika kau dapat menolongku keluar. Kau tahu, seperti biasa,” Jennifer bercakap-cakap. Entah bagaimana, Maya memberanikan diri dengan tegas mengatakan “tidak.”
Hanya email tugasku ketika kau sudah selesai, terima kasih. Jennifer berhenti berbicara. Maaf, apa yang kau katakan? Dia kelihatan kaget.
“Aku bilang tidak. Tidak ada lagi pekerjaan jadi pelayan.” Maya mengatakan dengan tegas. Dia tidak dapat percaya itu. Dia merasa seperti berat badannya kembali naik.
“Pekerjaan sebagai pelayan? Apa maksudmu?!?
“Dengar, Jennifer. Aku pikir kau benar-benar ingin menjadi temanku. Tapi selama ini, kau sudah memanfaatkanku. Mengerjakan tugas-tugasmu, membawa barang-barangmu sambil kita berbelanja di Mall, membohongi orang tuamu memberitahukan kepada mereka sedangkan kau menginap di tempatku, tapi faktanya kau sedang berpesta pora di luar sana.
Jennifer tertawa. “memanfaatkanmu?! Bagaimana dengan kau yang sudah memanfaatkanku jadi terkenal? Aku tidak memanfaatkanmu, Aku melihatnya seperti...... apa yang ahli biologi sebut itu ah.... a symposium mutualism, symmetry symbiotik uh....
“A mutualistik symbiosis, Maya bergumam.
“terserah, itulah kata-katanya. Aku bisa mengerjakan tugasku sampai selesai, kau bisa berkumpul atau bersenang-senang bersama anak-anak yang terkenal di sekolah.
Klik, Jennifer menutup teleponnya.
Maya menghela nafas, dia tiba-tiba memikirkan Nina.
Nina sedang makan apel sendirian di kantin ketika Maya mendekatinya.
“Tampaknya, kau benar . Jennifer hanya memanfaatkanku. Dia tidak pernah ingin menjadi temanku. Dia hanya ingin seseorang mengerjakan seseorang mengerjakan tugas-tugasnya. Maya duduk di depan Nina. Nina hanya diam. Apakah kita masih aktif untuk malam sabtu ini? Maya meminta.
Nina tidak mendapatkan sebuah kesempatan untuk mengulang karena Jennifer tiba-tiba muncul di samping mereka. Hey, teman. Terima kasih laporan bukunya. Kami tetap akan pergi ke pesta ulang tahun Lauren’s sabtu malam ini, ya kan? Dia menyampaikan Nina tanpa menaruh perhatian kepada Maya. Ayo duduk di mejaku, Nina. Dan dengan senyuman sinis ke arah Maya, Jennifer menuju ke mejanya di sudut kantin, dimana kelompoknya sedang menunggu.
Maya tidak bisa percaya apa yang dia dengar. Teman? Buku laporan? Pesta ulang tahun Lauren’s? Apa-apaan i...?
“apa yang sedang dia bicarakan tadi?  Kau juga bagaimana dengan semua hal yang kau katakan tentangnya? Aku tidak bisa mempercayaimu! Maya berbisik tersedu-sedu kepada Nina.
Nina berdiri dan membungkuk membisikkan kembali kepada Maya. Baik, aku ambil nasehatmu, aku ingin tahu seperti apa berkumpul dengan anak-anak yang terkenal.

Volume : 11No. 88 June-July 2012
By Rini Lasman.
Translation of the text : Afif Putra Lakenda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar