Selasa, 30 September 2014

Pengalaman saya



Mengunjungi makam nenek di TPU Karet tengsin, Jakarta Pusat

Pada hari Minggu yang cerah pukul 13.00 wib, saya bersama keluarga pergi ke tempat makam nenek saya yang terletak di daerah Taman Pemakaman Umum (TPU) karet tengsin, Jakarta Pusat. Saya bersama keluarga pergi dari bekasi ke makam karet dengan menaiki mobil pribadi. Sudah lama kami sekeluarga tidak mengunjungi makam nenek karena berbagai macam kesibukan dan oleh karena itu di hari Minggu ini saatnya bagi kami sekeluarga meluangkan waktu untuk melihat makam nenek kami yang tercinta di karet tengsin. Selama dalam perjalanan menuju makam nenek, saya melihat berbagai macam gedung-gedung tinggi yang sangat mewah di sekitar kota Jakarta. Walaupun tempat makam nenek saya jauh, tetapi bagi saya itu tidak masalah yang penting saya bersama keluarga sangat menikmati perjalanan ini. Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 14.35 wib dan akhirnya kami sampai di karet tengsin.
Saya menghampiri makam nenek saya dan lalu kami sekeluarga menaburkan bunga kembang dan berdoa bersama. Setelah selesai berdoa, saya bersama keluarga menikmati makanan khas kota Jakarta yaitu kerak telor. pada mulanya saya tidak suka makan kerak telor, tetapi setelah saya mencobanya sekali saja dan ternyata sangat enak. Puas menikmati kerak telor, saya bersama keluarga berfoto di depan tugu dekat pemakaman karet tengsin. tidak terasa hari sudah sore saatnya saya bersama keluarga pulang ke Bekasi. Kami pulang melewati Bundaran HI yang terletak di Jakarta Pusat. Terus kami melewati daerah tamrin, pekayon,dan yang terakhir arah Giant-Mall MM menuju ke setia kawan dekat pom bensin. Jam menunjukkan pukul 19.38 wib saya bersama keluarga sampai di rumah.

Sabtu, 27 September 2014

Tetangga depan kehilangan Burung



Berita : Suatu Penyajian yang berupa informasi-informasi yang bersifat fakta atau teraktual yang terjadi di sekitar tempat tinggal kita.

Tetangga depan rumah kehilangan Burung.
Dini hari di Narogong jaya, Bekasi, jumat,ada seorang tetangga saya di depan rumah,sebut saja namanya Pak Santoso. Ia mengalami nasib sial mendapati burung kesayangannya di curi oleh orang yang tidak di kenal. Saya langsung saja kaget dan terbangun ketika mendengar suara Pak Santoso dari luar meneriakkan maling. Saya tidak berani keluar diam-diam saya mengintip di jendela terlihat Pak Santoso sedang mengejar maling itu. Tidak ada satu orang pun yang keluar membantu Pak Santoso mengejar maling itu mungkin karena mereka takut maling itu memakai senjata tajam jadinya tak berani keluar. Kejadian itu terjadi pada hari jumat 26 september 2014 jam sekitar 01.32 wib di jalan Narogong Jaya 6D block D 83.RT. 002, RW. 009. Sampai saat ini pelaku pencurian burung masil belum ditemukan.

Rabu, 24 September 2014

Kebakaran Rumah Mewah Branchini



Kebakaran rumah accessories Branchini Bekasi di sekip ujung, jalan mandi aur Bekasi barat membuat gempar warga sekitar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas tersebut. Kebakaran hebat itu telah menghaguskan beberapa barang mewah lainnya seperti tas,jam tangan,baju,dll yang terdapat di Rumah mewah accessories Branchini tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran itu terjadi sekitar siang hari pukul 13.32 wib. Saat itu pemilik rumah Branchini itu sedang tidak ada di rumah dan kemudian api mulai membakar atap rumah itu. Namun, para warga yang ada di sekitar rumah itu tidak menyadari adanya kebakaran hebat itu. Para warga baru mengetahui setelah api melahap bagian dalam rumah mewah tersebut. Secepatnya para warga mengambil air untuk memadamkan api yang sudah mulai membesar. Tetapi, air dari warga tidak cukup memadamkan api, lalu warga pun memanggil petugas pemadam kebakaran.
Petugas pemadam kebakaran datang dan segera memadamkan api yang telah melahap Rumah mewah Branchini. Di duga Penyebab kebakaran itu terjadi karena adanya korek api yang dibuang di atas tumpukan sofa yang ada di lantai atas Rumah mewah Branchini. Seluruh barang-barang mewah yang ada di Rumah mewah tersebut ludes terbakar. Pemilik Rumah Mewah Branchini bernama yunita sari hanya bisa menangis tertunduk lesu melihat rumahnya yang sudah jadi kerangka saja.