Tugas ke 3 ilmu Sosial
dasar (ISD)
Bab 4 Pemuda dan
Sosialisasi
Pengertian Pemuda
Pemuda diidentikkan dengan kaum muda yang merupakan generasi
bangsa, yang akan menentukan perubahan-perubahan dimasa yang akan datang.
Sebagai seorang mahasiswa/mahasiswi kita adalah pemuda yang memiliki
intelektual yang dapat berpikir demi perubahan dan kemajuan negara
ini. Telah kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan
konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah nilai. hal ini merupakan
pengertian idiologis dan kultural daripada pengertian ini. Di dalam masyarakat pemuda
merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan
bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya karma pemuda sebagai
harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasai
masa depan.
Jadi Para Pemuda merupakan tokoh yang sangat berpengaruh
dalam membantu memproklamasikan
kemerdekaan Republik Indonesia. Kaum pemuda dapat bersatu untuk mewujudkan
kepentingan bersama dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan agar tetap
menjadi lingkungan yang bersih dan indah.
Pengertian
Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui
media pembelajaran dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar
ia dapat berperan dan berfungsi baik sebagai individu maupun sebagai anggota
masyarakat. Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli :
Charlotte buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu
belajar dan menyesuiakan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya
agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
Peter berger
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati
serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan
membentuk kepribadiannya.
Soerjono soekanto
Sosialisasi adalah suatu proses mengkomunikasikan kebudayaan
kepada warga masyarakat yang baru.
Peran
Sosial Mahasiswa dan Pemuda di Masyarakat
Mahasiswa adalah kelompok
pelajar yang bisa dikatakan sebagai golongan terdidik, karena mampu untuk
mengenyam pendidikan tinggi, di saat sebagian yang lain dalam usia yang sama
masih bergelut dengan kemiskinan dan keterbatasan biaya dalam mengakses pendidikan,
terutama pendidikan tinggi.
Predikat tersebut tentulah dapat disinonimkan bahwa
mahasiswa merupakan kaum intelektual, yang mempunyai basis keilmuan yang kuat
sesuai dengan jurusan yang diambil masing-masing mahasiswa, yang berarti
kemampuan akademik mahasiswa dapat diandalkan sebagai salah satu asset negara
ini. Tetapi, mahasiswa juga merupakan sebuah entitas social yang selalu
berinteraksi dengan masyarakat dari segala jenis lapisan, sehingga dalam hal
ini mahasiswa pun dituntut untuk memainkan peran aktif dalam kehidupan social
kemasyarakatan. Mahasiswa juga mampu mengerjakan tugas-tugas yang diberikan
oleh dosen dan selesai tepat pada waktunya. Mahasiswa juga turut andil dalam
bantuan sosial dan juga peduli terhadap orang yang tidak mampu. Itu merupakan
peran sosial mahasiswa. Sementara peran pemuda di masyarakat yakni : kaum
pemuda dapat membantu membersihkan lingkungan secara bersama-sama, saling
berinteraksi antar sesama, menciptakan kerukunan di dalam masyarakat.
Potensi-Potensi Generasi Muda
Potensi-potensi
yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut
:
Idealisme
dan Daya Kritis
Secara
sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, sehingga ia dapat
melihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru.
Dinamika
dan Kreativitas
Adanya
idealisme pada generasi muda, menyebabkan mereka memiliki potensi kedinamisan
dan kreativitas, yakni kemampaun dan kesediaan untuk mengadakan perubahan,
pembaharuan,
Keberanian
Mengambil Resiko
Perubahan
dan pembaharuan termasuk pembangunan, mengandung resiko dapat meleset,
terhambat atau gagal. Namun, mengambil resiko itu diperlukan jika ingin
memperoleh kemajuan.
Optimis
dan Kegairahan Semangat Kegagalan tidak menyebabkan generasi
muda patah semangat. Optimisme dan kegairahan semangat yang dimiliki generasi
muda merupakan daya pendorong untuk mencoba lebih maju lagi.
Sikap
Kemandirian dan Disiplin Murni Generasi muda memiliki keinginan
untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya.
Terdidik
Walaupun
dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara menyeluruh baik dalam arti
kualitatif maupun dalam arti kuantitatif.
Keanekaragaman
dalam Persatuan dan Kesatuan. Keanekaragaman generasi
muda merupakan cermin dari keanekaragaman masyarakat kita. Keanekaragaman
tersebut dapat menjadi hambatan jika dihayati secara sempit dan eksklusif.
Patriotisme
dan Nasionalisme
Pemupukan
rasa kebanggaan, kecintaan, dan turut serta memiliki bangsa dan negara
dikalangan generasi muda perlu digalakkan karena pada gilirannya akan
mempertebal semangat pengabdian dan kesiapan mereka untuk membela dan
mempertahankan NKRI.
Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam
rangka pengembangan ilmu dan teknologi bila secara fungsional dapat
dikembangkan sebagai Transformator dan Dinamisator.
Sebutkan
7 dari Sosialisasi
1) Seorang Anak Berbakti kepada Orang tua serta menjaga orang
tuanya.
2) Seorang Ayah selalu bercerita tentang hal-hal yang baik
kepada anak-anaknya
3) Guru mengajari murid tentang pelajaran
4) Perintah sebagai komunikasi.
5) Komunikasi nonverbal atau komunikasi satu arah yang
berasal dari orang tua.
6) Sosialisasi berpusat pada orang tua.
7) Anak memerhatikan harapan orang tua.
Masalah-Masalah
Generasi muda
Berbagai permasalahan generasi yang muncul pada saat ini
antara lain :
1.
Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme,dan nasionalisme
dikalangan masyarakat, termasuk jiwa pemuda.
2.
Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap
masa depannya.
3.
Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan
fasilitas pendidikan yang tersedia, baik formal dan informal. Tingginya jumlah
putus sekolah yang tidak hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga
merugikan bangsa.
4.
Kekurangan lapangan kesempatan kerja serta tingginya tingkat
pengangguran dan setelah pengangguran dikalangan generasi muda mengakibatkan
berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju
perkembangan pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem
sosial lainnya.
5.
Kurangnya gizi yang memperlambat perkembangan kecerdasan,
dan pertumbuhan.
6.
Masih banyaknya perkawinan dibawah umur.
7.
Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi moral bangsa.
8.
Merebaknya penggunaan NAPZA dikalangan remaja.
9.
Belum adanya peraturan perundang-undangan yang menyangkut
generasi muda.
Contoh
kasus.
Di Indonesia sampai saat ini penyebaran Narkoba begitu
merajarela. Hampir seluruh pelosok Indonesia banyak yang mengkonsumsi Narkoba.
Tempat-tempat yang paling banyak penyebaran Narkoba seperti : disko, sekolah,
tempat karaoke, perkumpulan preman-preman, tempat pelacuran dan tempat-tempat
maksiat lainnya. Ini yang membuat orang tua khawatir terhadap anak-anak mereka.
Narkoba dapat menghancurkan masa depan anak bangsa dan Narkoba juga dapat
membunuh si pemakai. anak-anak muda yang mengkonsumsi narkoba rata-rata usianya
17 sampai 20 tahun. dan bahkan ada yang sampai meninggal akibat mengkonsumsi
Narkoba. Jenis-jenis Narkoba yang sering dikonsumsi Anak-anak muda diantaranya
: putaw, heroin, ganja, dan jarum suntik. Akibat mengkonsumsi Narkoba secara
terus-menerus banyak pelajar yang melakukan seks bebas. Ini sangat buruk bagi
anak-anak bangsa. Seperti yang sudah kita ketahui Narkoba merupakan Obat yang
sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Orang yang sudah terjerumus
kedalam Narkoba, berarti dia adalah pengikut setan.
Analisis
saya : Narkoba sangat berbahaya bila dikonsumsi. Sudah banyak
orang yang terjerumus akibat mengkonsumsi Narkoba. Ini sangat buruk bagi
kesehatan kita. Narkoba tidak hanya membuat tubuh kita menjadi kurus kering,
tetapi Narkoba dapat melawan kepada orang tua, dan yang lebih mengerikan
Narkoba dapat menghancurkan masa depan kita. Oleh karena itu Aku berharap agar
Orang tua selalu menjaga Anaknya dan memberikan nasehat-nasehat yang baik,
makan makanan yang bergizi supaya terhindar dari Narkoba. Karena Narkoba
merupakan sahabatnya setan yang akan terus menggoda kita di setiap saat
.
Contoh kasus 2
Di
Indonesia saat ini banyak anak-anak yang putus sekolah karena faktor Ekonomi.
Biaya
yang terlalu besar sehingga Orang tua mereka tidak mampu membiayai mereka
sekolah. Akibatnya anak-anak sering mengamen di jalan raya dari pagi hingga
malam hanya untuk mencari uang. Ini
sangat memprihatinkan mengingat pendidikan sangat penting untuk meraih
cita-cita. Jangankan untuk pendidikan, buat makan sehari-hari saja mereka
jarang makan. Pemerintah harus membiayai anak-anak yang tidak mampu supaya bisa
sekolah dan meraih cita-cita yang bisa membahagiakan orang tua mereka.
Analisis saya : jangan
biarkan anak-anak itu putus sekolah sehingga mereka bekerja sebagai mengamen.
Mereka harus sekolah supaya mereka bisa berhasil dan dapat membahagiakan orang
tua mereka. Mereka sangat tidak pantas menjadi pengamen.
Referensi :
http//:generasimudabangsa.blogspot.com/2011/03/masalah-dan-potensi-generasi-muda.html
http//:celoteh-galang.blogspot.com/2012/10/pemuda-sosialisasi-identitas-perguruan.html