Senin, 19 Oktober 2015

Tulisan 1



Kekasih Zikrullah yang mati di bunuh oleh teman kantornya

Pagi itu disebuah rumah sakit hosana seorang perempuan sebut saja namanya wati nurdidah sedang mempertaruhkan nyawa untuk anaknya yang sebentar lagi akan lahir. Sementara sang suami, sebut saja Ahmad Nuzul sedang cemas diluar ruangan kelahiran anaknya, sambil berharap istri dan anaknya selamat. Lalu dokterpun mendatanginya. Sang dokter mengatakan bahwa anak dan istri bapak selamat. Sang suami yang sebelumnya cemas, kini berubah menjadi gembira riang dan ia berterima kasih kepada Allah SWT. Lahirlah Zikrullah kedunia dengan suara tangisan yang sangat indah. 

Wati : Alhamdulillah. Akhirnya anak kita lahir.
Ahmad : Ya, Alhamdulillah anak kita sehat. Lihat wajahnya tampan. Oh ya kita harus memberikan nama yang bagus untuk anak kita ma.
Wati : mau dikasih nama apa ?
Ahmad : hmmm, aku sudah memikirkannya ma. Zikrullah Ramadhan.
Wati : Zikrullah Ramadhan? Nama yang sangat bagus pa. Zikrullah Ramadhan yang artinya      mengingat Allah SWT di bulan Ramadhan.
Ahmad : semoga anak kita kelak menjadi anak yang berguna ya ma.
Wati : Amin ya Allah..

Singkat cerita Zikrullah Ramadhan yang kini berusia 23 tahun tinggal di Bandar Lampung bersama neneknya sebut saja namanya Mak Laila. Kedua orang tua Zikrullah Ramadhan telah meninggal dunia karena kecelakaan saat itu Zikrullah masih berusia 10 bulan. Zikrullah yang kini menjadi anak yatim piatu dan kemudian diasuh oleh Mak Laila. Mak laila sangat menyanyangi Zikrullah, dia tidak ingin melihat zikrullah sedih dan dia ingin melihat Zikrullah setiap hari bahagia. Karena ia telah kehilangan kedua orang tuanya oleh karena itu Mak Laila ingin membahagiakannya. Kini sudah 23 tahun lamanya Mak Laila merawat Zikrullah, dan sudah saatnya Zikrullah pergi merantau ke jakarta  untuk mencari pekerjaan.

Mak Laila : Zikrullah,, sudah 23 tahun kau berada di lampung dan selama 23 tahun juga aku sudah merawatmu nak. Kini kau sudah tumbuh menjadi anak yang dewasa.
Zikrullah : iya, Mak. Terima kasih sudah merawatku hingga aku menjadi seperti sekarang. Terima kasih banyak mak. Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan apa yang sudah mak berikan kepadaku.
Mak Laila : sekarang apa rencanamu nak? Apa kau akan tetap tinggal disini bersama mak, atau kau ingin merantau mencari pengalaman baru?
Zikrullah : aku akan pergi dari sini dan aku ingin mencari pekerjaan di jakarta mak.
Mak Laila : Zikrullah ,, Mak mendukung rencanamu pergi ke jakarta. Raihlah cita-citamu setinggi bintang. Mak akan selalu mendoakanmu. Dan semoga pekerjaanmu disana lancar.
Zikrullah : Amin Mak, terima kasih doanya.

Kemudian Zikrullah Ramadhan berpamitan dengan Mak Laila dan segera pergi ke kota jakarta dengan menaiki kereta  api. Sesampai di stasiun Djuanda, Zikrullah segera mencari tempat tinggal dan mencari pekerjaan. Setelah melalui perjuangan yang berat akhirnya Zikrulah tiba disebuah kantor ternama di jakarta, PT. Asuransi Jiwasraya untuk melamar pekerjaan. Setelah mengikuti tes akhirnya Zikrullah diterima kerja di Asuransi Jiwasraya. Zikrullah tak henti-hentinya bersyukur kepada Allah SWT, karena bisa diterima bekerja di perusahaan Asuransi Jiwasraya. Waktu terus berjalan Zikrullah berkenalan dengan seorang wanita cantik yang bekerja di kantor yang sama dengannya. Wanita cantik itu bekerja sebagai kepala seksi sebut saja namanya Pinka. Keduanya pun terlihat sangat akrab, dan akhirnya mereka jatuh cinta. Percintaan antara Zikrullah dengan Pinka rupanya membuat Andre iri hati kepada Zikrulah. Andre yang menjabat sebagai Administrasi merasa sangat marah terhadap Zikrullah yang telah merebut wanita yang selama ini ia rindukan. Didalam hati andre , seharusnya dia yang pantas mendapatkan cinta Pinka ketimbang Zikrullah yang notabenya hanyalah anak kampung.

Andre : hai Zikrullah!! Sesungguhnya kau tidak pantas memiliki cinta Pinka. Hanya dia yang suka kepadaku! Bukan kau Zikrullah !! kau hanyalah orang kampung disini. Kau tidak pantas berada disini. Jangan bermimpi kau bisa mendapatkan Pinka! Dasar tak tahu diri kau !
Zikrullah : kenapa kau berkata seperti itu kepadaku? Apa salahku kepadamu. Aku tidak bermaksud mengambil Pinka darimu. Kita bisa bicara baik-baik.
Andre : aku tidak butuh bicara denganmu! Kesalahanmu terbesar adalah merebut Pinka dariku!
Zikrullah : aku tidak merebut Pinka darimu. Pinka hanya mengganggapmu sebagai temannya tidak lebih dari itu Andre.
Andre : bohong!
Zikrullah : terserahlah kau mau bilanng aku bohong apa nggak. Aku lelah hari ini! Aku tidak ada waktu bertengkar denganmu.  Masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan ketimbang berurusan denganmu.
Andre : Huh! Aku tidak suka nada bicaramu! Kau membuat aku naik darah!
Pinka : hai Andre apa-apaan kau ini!!  Bikin malu saja disini! Ini bukan tempat untuk bertengkar!
Andre : yang bikin malu siapa? Dia atau aku..
Pinka : sudah cukup Andre!! Aku tidak mau mendengar omonganmu lagi!  Ayo kita pergi dari sini Zikrullah tidak ada gunanya meladeni dia.
Zikrullah : maafkan aku Pinka. Gara-gara aku, hubunganmu dengan Andre jadi berantakan.
Pinka : tidak Zikrullah. Ini bukan salahmu. Sejak awal aku memang tidak suka dengan Andre. Tapi Andre sering mengejar-ngejar aku.
Zikrullah : Pinka, apa kau malu punya pacar sepertiku yang tidak punya apa-apa dan aku hanyalah orang kampung!
Pinka : kenapa aku harus malu denganmu. Justru aku sangat suka punya pacar seperti dirimu. Kau tidak hanya baik, tapi juga kau orang yang sangat bertanggung jawab dalam hal apapun.
Zikrullah : terima kasih Pinka. Kau begitu baik padaku.
Pinka : sama-sama Zikrullah, ayo kita makan malam. Aku sudah lapar nih..
Zikrullah : iya aku juga lapar nih, tapi, kita mau makan malam dimana?
Pinka : bagaimana kalau kita ke restoran sederhana takana juo?
Zikrullah : kalau begitu ayo kita pergi kesana.

Namun hubungan Zikrullah dengan Pinka tidak direstui oleh mamanya Pinka sebut saja namanya Yeni. Ia lebih memilih Andre dari pada Zikrullah. Sementara itu ayahnya Pinka sebut saja namanya Ahmad sangat setuju jika Pinka menikah dengan Zikrullah. Karena menurut Ahmad, ia merupakan orang yang baik hati, sopan santun, dan juga sangat bertanggung jawab.

Zikrullah : Pinka, maaf ya aku tidak mampir kerumahmu dulu. Soalnya aku punya banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. mungkin lain kali saja aku kerumahmu. Kau tidak keberatan kan?
Pinka : tidak usah dipikirkan Zikrullah. Bersamamu seharian ini sudah membuatku bahagia. Terima kasih ya sudah mengantarkan aku pulang.
Zikrullah : sama-sama. Baiklah aku pulang.
Yeni : mama sudah katakan berkali-kali kepadamu! mama tidak setuju jika kau sampai menikah dengan Zikrullah. Kau tahu dia tidak punya apa-apa. Dia orang kampung  tidak pantas bersanding denganmu. Apa yang kau harapkan darinya? Dia hanyalah orang miskin!
Pinka : sudah cukup Ma! Kenapa mama menilai Zikrullah sampai seperti itu? Dia orangnya baik, sopan, dan sangat bertanggung jawab.
Yeni : pokoknya mama tidak setuju! Andre bisa membuat masa depanmu cerah!
Ahmad : sudahlah Ma! Biarkanlah Pinka memilih pasangannya sendiri, menurut papa dia anak yang baik dan dia bukanlah orang egois yang mementingkan diri sendiri. Papa bahagia kau menikah dengannya.
Pinka : Pa, terima kasih sudah mempercayai Zikrullah.

Pada akhirnya Zikrullah menikah dengan Pinka di Masjid Istiqlal Jakarta. Mereka pun resmi menjadi pasangan suami istri. Namun ditengah kebahagiaan Zikrullah dan Pinka, ternyata Andre memendam rasa iri dengki. Andre sangat membenci Pinka bersama Zikrullah. Perasaan Andre berkecamuk melihat pemandangan yang seharusnya ia impikan.  Zikrullah telah membuat Andre malu dihadapan teman-temannya. Maka ia menyusun rencana jahat untuk menghabisi nyawa pinka dan membuat Zikrullah menderita.

Andre :Tok! Tok!tok! Assalamualaikum.
Pinka : Walaikumsalam, Andre!(terkejut) untuk apa kau datang kemari?
Andre : Aku datang kesini hanya ingin menyampaikan ucapan selamat atas pernikahanmu dengan Zikrullah.
Pinka : Terima kasih atas ucapannya. Sekarang kau pulanglah. Aku ada urusan lain.
Andre : kok kau kesal banget sama aku, dengar aku kan datang kesini punya niat baik, lagi pula disini tidak ada si anak kampung itu.
Pinka : sudah cukup Andre!! Kau tidak pernah berubah selalu menghina Zikrullah! Sekarang kau cepat pergi dari sini sebelum aku panggil polisi!

Secepatnya Andre mengambil pisau yang ada di kantong celana belakangnya lalu menghujamkan telak ke arah jantung Pinka berkali-kali. Tubuh Pinka roboh seketika di lantai, darah berceceran dimana-mana. Andre yang panik segera meninggalkan Pinka yang sedang sekarat dan tiba-tiba Zikrullah datang kerumah.

Pinka : AAAAAGGGHHH!!! An,,,Andre ,, teganya kau menusukku,, Blugh (roboh dilantai)
Andre : Aku benci melihat kalian berdua menikah, lebih baik kau mati saja!!
Zikrullah : Astaghfirullah! Ada apa ini! Kau... Andre apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau menusuk Pinka!? Jawab pertanyaanku!!! Kau sudah kelewatan! Kau sudah membuatku marah!
Andre : aku membunuhnya!
Zikrullah : kurang ajar kau!! Kau manusia keji! Kau harus membayar semua ini, Bak! Buk! Bak! Buk!
Andre : ughh
Zikrullah : kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu! Aku tidak mau melihat wajahmu lagi! Kau pantas dipenjara seumur hidup!

Kemudian Andre yang sudah babak belur di hajar Zikrullah, akhirnya ditangkap polisi. Di pengadilan ia divonis mati atas pembunuhan berencana. Sementara itu, Zikrullah dan keluarga mengantarkan jenazah Pinka ke tempat peristirahatannya yang terakhir di TPU karet. Setelah ditinggal Pinka untuk selama-lamanya, Zikrullah bersama keluarga Pinka tinggal bersama. Sementara Yeni , mamanya Pinka sadar bahwa ternyata Andre adalah seorang pembunuh keji yang telah menghilangkan nyawa anaknya ia buta akan kebaikan Zikrullah selama ini. Yeni pun meminta maaf kepada Zikrullah.

Zikrullah : aku sudah ikhlas di tinggal pinka untuk selama-lamanya. Dia istri yang baik dan selalu menyanyangi aku.
Yeni : Zikrullah ,, maafkan mama. selama ini mama sudah salah menilaimu nak, mama selalu menghinamu.
Zikrullah : aku sudah memaafkan mama. Ini sudah takdir Allah. Kita yang masih hidup ini hanya bisa mendoakannya semoga Pinka  di berikan tempat yang indah disisi Allah SWT.
Ahmad : amin ya Allah...

TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar