Sabtu, 16 November 2013

Bab.7 Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan



Tugas ke 6 Ilmu Sosial Dasar (ISD)

Pengertian Masyarakat

      Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Syarat-syarat menjadi Masyarakat

-          Manusia yang hidup dalam waktu yang lama
-          Saling berkomunikasi satu sama lain
-          Menjunjung tinggi rasa persatuan
-          Peduli kepada orang lain
-          Terjadinya berkelompok di dalam suatu daerah

Tipe-tipe Masyarakat

-          Adanya sekumpulan banyak orang
-          Menetap di daerah tertentu dalam jangka waktu yang lama
-          Adanya sikap peduli untuk menolong orang lain
-          Menciptakan kerukunan
-          Melakukan kerja bakti bersama-sama
-          Terciptanya komunikasi yang baik antar sesama

Masyarakat Perkotaan

Pengertian Masyarakat Perkotaan

         Kota menurut definisi universal adalah sebuah area urban yang berbeda dari desa ataupun kampong berdasarkan ukuranya,kepadatan penduduk,kepentingan atau status hukum.
Beberapa definisi (secara etimologis) “kota”dalam bahasa lain yang agak tepat dengan pengertian ini,seperti dalam bahasa Cina,kota artinya dinding dan dalam bahasa Belanda kuno,tuiin,bisa berarti pagar.Jadi dengan demikian kota adalah batas. Selanjutnya masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community,Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupanya serta cirri-ciri kehidupanya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

   Ciri-ciri Masyarakat Perkotaan

  1. kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
  2. orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Di kota – kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan , sebab perbedaan kepentingan paham politik , perbedaan agama dan sebagainya .
  3. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan , menyebabkan bahwa interaksi – interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi.
  4. pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
  5. kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa
  6. interaksi yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripaa factor pribadi
  7. pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu
  8. perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

Masyarakat Pedesaan

Pengertian desa

         Desa, atau udik, menurut definisi "universal", adalah sebuah aglomerasi permukiman di area perdesaan (rural). Di Indonesia, istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan, yang dipimpin oleh Kepala Desa. Sebuah desa merupakan kumpulan dari beberapa unit pemukiman kecil yang disebut kampung (Banten, Jawa Barat) atau dusun (Yogyakarta) atau banjar (Bali) atau jorong (Sumatera Barat). Jadi, desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan di hormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI)

Ciri-ciri Desa

-          Mata Pencaharian penduduk relative pada sektor pertanian
-          Pendidikan antara lahan dan penduduk relative besar yaitu dimana lahan yang luas di huni oleh penduduk yang sedikit
-          Hubungan antar warga relative akrab
-          Pada umumnya tradisi leluhur masih di pegang kuat
-          Norma agama dan hukum adat masih kuat
-          Kehidupan masyarakat sangat erat dengan alam
-          Hubungan antar masyarakat desa berdasarkan ikatan kekeluargaan yang erat gemmeinschaf
-          Perkembangan sosial relative lamban dan control sosial ditentukan oleh moral dan hukum informa.

Ciri-ciri Masyarakat Pedesaan

-          Di dalam Masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan Masyarakat pedesaan lainnya diluar batas wilayahnya.
-          Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
-          Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dalam pertanian
-          Masyarakat tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan sebagainya.
-          Masyarakat desa belum mengerti adanya teknologi baru
-          Masyaraat desa hanya tinggal di rumah terbuat dari kayu.
-          Adanya rasa saling tolong-menolong antar sesama
-          Menjunjung tinggi rasa kebersamaan
-          Mencintai seni dan dekat dengan alam
-          Masyarakat desa menjunjung tinggi perintah agama islam
-          Mementingkan kesopanan dalam wujud unggah-ungguh tata karma, tata susila dan lain sebagainya yang berhubungan dengan etika sopan santun
-          Memahami pergantian musim(pranata mangsa) yang berkaitan dengan masa panen dan masa tanam
-          Suka kemitraan dengan mengangap siapa saja sebagai saudara dan wajib dijamu bila berkunjung ke rumah
-          Kehidupan yang sederhana serta memiliki sikap yang baik kepada orang lain.

Kehidupan Masyarakat Pedesaan sangat sederhana. Mereka tidak memiliki teknologi baru tetapi, mereka menggunakan alat yang sederhana untuk memenuhi keburuhan sehari-hari. Masyarakat Pedesaan sangat perduli terhadap lingkungan yang bersih dan aman selain itu, Masyarakat Pedesaan memiliki rasa saling tolong menolong antar sesama.
Masyarakat pedesaan menjunjung tinggi nilai kesopanan dalam tata karma, tata susila, yang merupakan cirri khas dari Masyarakat Pedesaan.

Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Masyarakat pedesaan dan Masyarakat perkotaan kehidupannya sangat berbeda baik dari lingkungan, tingkah laku, status sosial dan cara berpikir. Kehidupan Masyarakat Pedesaan lebih ke budaya. Contohnya di betawi, dalam acara pernikahan mereka sering melakukan ritual pantun sebelum acara pernikahan dimulai. Masyarakat pedesaan sangat dekat dengan alam sekitarnya,sering bercocok tanam,terbiasa hidup mandiri,dan hidup dalam kesederhanaan. Sementara kehidupan Masyarakat perkantoran memiliki kehidupan yang serba kecukupan dalam berbagai hal. Contohnya Masyarakat perkotaan kebanyakan menghabiskan banyak waktu di mall, karaoke, diskotik, dan tempat-tempat hiburan lainnya. Selain itu, Masyarakat perkotaan mampu membiayai kebutuhan sehari-hari, serta orang-orang kota bekerja di tempat yang lebih baik dan menghasilkan banyak uang. Masyarakat perkotaan dalam urusan berpakaian lebih mewah dari pada masyarakat pedesaan.


Kasus Masyarakat Perkotaan

Kehidupan Masyarakat Perkotaan kebanyakan menghabiskan waktu belanja di mal.
Mereka tidak peduli dengan uang mereka yang terpenting bagi mereka membeli barang yang mewah. Orang-orang dikota mampu mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari selain itu, mereka bisa mempergunakan teknologi keluaran baru. cara berpikir mereka lebih cepat mengerti.orang-orang perkotaan juga mampu mencari pekerjaan lebih cepat dan bisa menghasilkan banyak uang. Tapi, sayangnya kehidupan Masyarakat perkotaan kebanyakannya tidak mau mandiri. Mereka cenderung malas mengerjakan pekerjaan rumah seperti: mengepel, mencuci baju, menyetrika, mencuci piring serta membersihkan yang lain, mereka lebih suka adanya pembantu dirumah yang bisa dimintai pertolongan.

Analisis saya : seharusnya mereka yang tinggal di daerah perkotaan harus bisa mandiri. Mereka tidak pantas menyuruh-nyuruh orang yang lebih tua(pembantu). Tugas seperti mengepel, mencuci baju dan mencuci pring seharusnya mereka bisa melakukan pekerjaan itu. Selain itu, tidak boleh menghabiskan uang untuk barang-barang yang tidak penting, sebaiknya mereka menyimpan uang itu untuk masa depan atau mereka dapat memberikan penghasilan mereka kepada pengamen yang lebih bermanfaat ketimbang membeli barang yang tidak jelas manfaatnya.

Hubungan desa dan kota

a. masyarakat tersebut bukanlah 2 komunitas yang berbeda
b. bersifat ketergantungan
c. kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan
d. desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis pekerjaan tertentu
e. sebaliknya, kota menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan desa
f. peningkatan penduduk tanpa diimbangi perluasan kesempatan kerja berakibat kepadatan
g. mereka kelompok para penganggur di desa

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur mayur , daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.

“Interface”, dapat diartikan adanya kawasan perkotaan yang tumpang-tindih dengan kawasan perdesaan, nampaknya persoalan tersebut sederhana, bukankah telah ada alat transportasi, pelayanan kesehatan, fasilitas pendidikan, pasar, dan rumah makan dan lain sebagainya, yang mempertemukan kebutuhan serta sifat kedesaan dan kekotaan.

Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.
Secara teoristik, kota merubah atau paling mempengaruhi desa melalui beberapa cara, seperti: (i) Ekspansi kota ke desa, atau boleh dibilang perluasan kawasan perkotaan dengan merubah atau mengambil kawasan perdesaan. Ini terjadi di semua kawasan perkotaan dengan besaran dan kecepatan yang beraneka ragam; (ii) Invasi kota , pembangunan kota baru seperti misalnya Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah perdesaan menjadi perkotaan. Sifat kedesaan lenyap atau hilang dan sepenuhnya diganti dengan perkotaan; (iii) Penetrasi kota ke desa, masuknya produk, prilaku dan nilai kekotaan ke desa. Proses ini yang sesungguhnya banyak terjadi; (iv) ko-operasi kota-desa, pada umumnya berupa pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke kota. Dari keempat hubungan desa-kota tersebut kesemuanya diprakarsai pihak dan orang kota. Proses sebaliknya hampir tidak pernah terjadi, oleh karena itulah berbagai permasalahan dan gagasan yang dikembangkan pada umumnya dikaitkan dalam kehidupan dunia yang memang akan mengkota.
Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah :

a). Urbanisasi dan Urbanisme
Dengan adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. (soekanto,1969:123 ).

b) Sebab-sebab Urbanisasi
1.) Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya (Push factors)
2.) Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota (pull factors)
• Hal – hal yang termasuk push factor antara lain :
a. Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
b. Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
c. Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
d. Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
e. Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
Hal – hal yang termasuk pull factor antara lain :
a. Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan
b. Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
c. Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
d. Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
e. Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah ( Soekanti, 1969 : 124-125 ).


Lima unsur Lingkungan Perkotaan

        Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola-pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik. Kesemuanya akan tercermin dalam komponen-komponen yang membentuk stuktur kota tersebut. Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan setidaknya mengandung 5 unsur yang meliputi :
  1. Wisma : unsure ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Unsure wisma ini menghadapkan
>dapat mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai dengan pertambahan kebutuhan penduduk untu masa mendatang
>memperbaiki keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapat mencapai standar mutu kehidpan yang layak, dan memberikan nilai-nilai lingkungan yang aman dan menyenangkan
  1. Karya : unsure ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsure ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
  2. Marga : unsure ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.
  3. Suka : unsure ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian
  4. Penyempurna : unsure ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar