Sabtu, 26 Oktober 2013

Bab.3 Individu, Keluarga, Masyarakat

Bab : 3 Individu, Keluarga, Masyarakat

Tugas ke 2 Ilmu sosial dasar (ISD)
Bab : 3 Individu, keluarga, Masyarakat

1.Pertumbuhan individu
. Pengertian Individu
Kata “ Individu” berasal dari kata latin, yaitu individuum, berarti “yang tak terbagi”. Jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.[3] Arti lainnya adalah sebagai pengganti “orang seorang” atau manusia perorangan. Disini terlihat bahwa sifat dan fungsi manusia, sebagaimana ia hidup di tengah-tengah individu lain dalam masyarakat.
Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perorangan, dapat kita uraikan, bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.
Makna manusia menjadi individu apabila pola tingkah lakunya hampir identik dengan tingkah laku massa yang bersangkutan. Proses yang meningkatkan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada ia adalah dirinya sendiri, disebut proses individualisasi atau aktualisasi diri.
Manusia sebagai individu memiliki tugas pada dirinya sendiri yaitu:
-          Bertawakal kepada Allah SWT, Berbakti kepada Orang tua, perduli terhadap orang yang miskin, rajin menuntut ilmu supaya mendapatkan nilai yang baik. Dan selalu menjaga perkataannya yang tidak membuat orang lain tersinggung.
-           
-           Pengertian Pertumbuhan
Terdapatnya perbedaan pendapat diantara para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan itu adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang maju dan lebih dewasa. Para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi (proses asosiasi yang primer adalah bagian-bagian). Dapat dirumuskan bahwa proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalaman atau empiris luar melalui panca indera yang menimbulkan sensasi maupun pengalaman dalam mengenai keadaan bathin sendiri yang menimbulkan reflexionis. Konsepsi aliran sosiologi dimana ahli dari pengikut aliran ini menganggap bahwa pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi, yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosiasi atau juga social kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan
Pendirian Nativistik : Pertumbuhan yang dibawa sejak lahir
Pendirian Empiristik & Environmentalistik : Pertumbuhan di pengaruhi oleh lingkungan.
Contoh : Seseorang yang tinggal di suatu daerah yang tidak ada masjid dan hanya dipenuhi oleh tempat-tempat maksiat. Seperti : disko, tempat pelacuran, tempat perkumpulan preman, maka ia akan terpenggaruh oleh lingkungan itu yang dapat menjerumuskan ia ke lembah hitam atau bahkan ia kecanduan obat-obatan terlarang karena pengaruh lingkungan itu.
Pendirian Konvergensi & Interaksionisme : Pertumbuhan Yang dibawa sejak lahir dan dipengaruhi oleh lingkungan

Keluarga adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak terbatas pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja, atau seseorang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus keperluan hidupnya sendiri.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.(Menurut Departemen Kesehatan RI 1998).
Macam-macam fungsi keluarga
Fungsi seorang Ayah yaitu :sebagai  kepala keluarga yang  wajib memberikan nafkah kepada istri dan anaknya.
Fungsi seorang Ibu yaitu : menjaga dan membiayai anak sekolah untuk bisa mencapai cita-cita agar si anak menjadi orang yang berguna.
Fungsi seorang anak yaitu : Rajin belajar supaya menjadi orang yang sukses yang bisa membahagiakan kedua orang tuanya dan berbakti kepada orang tua
Fungsi keagamaan adalah  dengan dasar pedoman ini keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. .
Fungsi Ekonomi adalah  kebutuhan makan dan minum, kebutuhan Pakaian dan kebutuhan tempat tinggal.
Fungsi Biologis Dengan fungasi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan-persiapan perkawinan bagi anak-anaknya. Persiapan perkawinan yang perlu dilakukan oleh orang-orang tua bagi anak-anaknya dapat berbentuk antara lain pengetahuan tantang kehidupan biologis bagi suami istri, pengetahuan mengatur rumah tangga bagi sang istri, tugas dan kewajiban bagi suami, memelihara pendidikan bagi anaak-anak dan lain-lain.
Keluarga , Masyarakat
Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti ”nuclear family” terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka.
Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama.Seperti; sekolah, keluarga,perkumpulan, Negara semua adalah masyarakat

2 Golongan Mayarakat
Multikulturalisme dan Kesederajatan
Multikulturalisme adalah sebuah ideologi yang menekankan pengakuan dan penghargaan pada kesederajatan perbedaan kebudayaan. Tercakup dalam pengertian kebudayaan adalah para pendukung kebudayaan, baik secara individual maupun secara kelompok, dan terutama ditujukan terhadap golongan sosial askriptif yaitu sukubangsa (dan ras), gender, dan umur. Ideologi multikulturalisme ini secara bergandengan tangan saling mendukung dengan proses-proses demokratisasi, yang pada dasarnya adalah kesederajatan pelaku secara individual (HAM) dalam berhadapan dengan kekuasaan dan komuniti atau masyarakat setempat.

Masyarakat Majemuk
Masyarakat majemuk terbentuk dari dipersatukannya masyarakat-masyarakat suku bangsa oleh sistem nasional, yang biasanya dilakukan secara paksa (by force) menjadi sebuah bangsa dalam wadah negara.


. Masyarakat non Industri

            Secara garis besar, kelompoknasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group)
            *Kelompok Primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Kelompok primer ini disebut juga kelompok ”face to face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.Sifat interaksi dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok, yaitu menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawab para anggota dan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela. Contoh-contoh kelompok primer, antara lain : keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar, kelompok agama, dan lain sebagainya.
            * kelompok sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan.Oleh karena itu, sifat interaksi, pembagian kerja antar anggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional. Obyektif.
Para anggota menerima pembagian kerja/tugas atas dasar kemampuan : keahlian tertentu, disamping dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah dif lot dalam program-program yang telah disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya.

2. Masyarakat Industri

            Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian atau kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh dari Masyarakat Industri yaitu : Pedagang Pempek, ahli mesin, pedagang bakso, mereka bisa bekerja secara mandiri dan mereka dapat mengembangkan usaha mereka lebih maju dengan menjual dagangan mereka ke berbagai daerah.
Perbedaan masyarakat non industri dan masyarakat industry adalah mereka dapat mengembangkan usaha-usaha mereka secara lebih mandiri. Kalau masyarakat non industri mereka lebih ahli pada profesi.
Hubungan antara Individu, Kelompok, dan Masyarakat
Hubungan antara Individu dengan Masyarakat yaitu saling membantu orang yang sedang tertimpa musibah, saling bahu-membahu dalam membersihkan lingkungan, saling bersosialisasi, serta menjaga ketertiban lingkungan.
Hubungan Individu dengan kelompok yaitu Situasi dimana sejumlah orang berkumpul pada lokasi dan waktu tertentu. Diantara orang orang tersebut mungkin tidak saling kenal karena merupakan sutau kebetulan. Faktor-faktor yang penting dalam situasi kebersamaan ini adalah bukan interaksi sosial yang mendalam tetapi adanya sejumlah orang, karena kepentingan bersama, dan berkumpul di suatu tempat.
Contoh orang sering berkumpul di masjid untuk melakukan sholat berjamaah. Atau seringnya orang berkumpul di pos ronda.

Searchglobalonline.blogspot.com/2013/02/macam-macam-fungsi-keluarga.html
http://fatahiq.wordpress.com/2012/10/24/pertumbuhan-individukeluarga-dan-masyarakat/
http://panzqueen.blogspot.com/2010/01/faktor-yang-dapat-mempengaruhi-html
http://ajinovyanw.blogspot.com/2011/10/2-dua-golongan-masyarakat.html
http://solehamini.blogspot.com/2011/10/individu-dan-kelompok-ringkasan-kuliah.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar