Jumat, 06 November 2015

Tulisan ke 2


MONOLOG

Pagi itu seorang anak kecil terduduk lesu di pinggir tempat tidurnya. Matanya berkaca-kaca, raut wajahnya tampak sangat sedih, dia seakan-akan berkata dalam hati dan menghela nafas panjang. Ayah, mengapa aku tidak seperti teman-teman yang lain yang selalu diantar ayahnya kesekolah,  selalu bermain bersama dengan yang lainnya. Kenapa ayah pergi meninggalkan kami, aku sangat merindukan ayah, dan membutuhkan kasih sayang ayah. Tapi semua sudah menjadi kehendak Allah SWT yang tidak dapat di hindari, aku harus bisa menerima semua kenyataan ini. Anak kecil itu pun beranjak perlahan, di ambilnya handuk sambil bersenandung kecil dan berkata dalam hati aku harus semangat. Aku tidak boleh menyerah. Aku tidak ingin membuat ayah sedih, Aku harus buat ayah bangga melihat aku. Semoga ayah damai dalam tidur panjangnya dan diberikan kebahagiaan selamanya.

2 komentar: