The
Sidekick
Something
had been bugging Maya since lunch time. It was something that nina had said in
the school cafeteria. Maya refused to join her this Saturday night for a poetry
reading session at the library. That was weird because Maya was crazy about
poetry and this was the third time she cancelled going to a reading session.
“Wake
up and smell the roses, Maya,” Nina snapped when Maya told her that she
couldn’t go because Jennifer needed her help for her science project. Jennifer
was one of the coolest and most popular girls at school. Being friends with one
of the popular kids raised one’s social status. Something that Maya could only
dreamed of before.
“Huh?”
Maya was shocked to hear Nina’s tone of voice.
“Oh,
you’re so naive. Can’t you see that Jennifer’s taking advantage of you? She
needs your help for the science project. By ‘help’ I mean she wants you to do
the science project for her and not with her. Got it?”
Maya
stopped eating her jelly. “So? I don’t mind. It’s cool to be friends with the
popular kids. You should try it some time.”
“You’re
not her friend. You’re just someone who follows her around. Do things for her.
You’re.....her....her sidekick! And I’m being nice when I use that word!” Those
were Nina’s last words as she left Maya.
At
home, Maya looked up the word. Hey, that wasn’t so bad, she comforted herself.
The definition was ‘friend’.... although it also meant ‘assistant.’Was Nina
Right? Was Jennifer’s assistant, and not a friend? But Batman has Robin as his
sidekick. It works out fine. They help each other solving crimes. Just like,...
just like..., wait a minute, Jennifer
never help her with anything. She always the one who did things for Jennifer.
OH MY GOD! Nina was right. Ever since Jennifer chose her as her science project
partner, Jennifer kept asking Maya to do things for her.
Beep!
It’s her cellular phone: Jennifer.
“Hi
there, girlfriend. Listen, I need your help desperately. Tim has asked me out
tonight, but we have that book report for literature that’s due tomorrow. I was
wondering if you could help me out. You know, like always,” Jennifer babbled
on.
Somehow,
Maya plucked up the courage to say,”No.”
“Just
email me the assignment when you’re done. Thanks....”Jennifer stopped talking.
“Excuse me,... what did you say?” She sounded shocked.
“I said
no. No more sidekick jobs,”Maya said firmly. She couldn’t believe it. She felt as
if a huge weight had been lifted off her back.
“Sidekick
jobs? What do you mean?!?”
“Listen,
Jennifer. I thought you really wanted to be my friend. But all this time,
you’ve been using me: do your assignments, carry your stuff while we’re
shopping at the mall, lie to your parents telling them you’re staying at my
place while, in fact, you’re out there partying.”
Jennifer
laughed. “Using you?! How about you’ve been using me to be popular? I wasn’t
using you. I see it as..... what do biologists call it... uh... a symposium
mutualism, symmetry symbiotic.... uh...”
“A
mutualistic symbiosis,” Maya mumbled.
“Whatever.
That’s the word. I get my assignments done, you get to hang out with the
popular kids at school.”
Click.
Jennifer hung up.
Maya
sighed. She suddenly thought of Nina.
Nina
was eating an apple by myself at the cafeteria when Maya approached her.
“Look,
you’re right. Jennifer was only using me. She never wanted to be my friend. She
just wanted someone to do her assignments.” May sat in front of Nina. Nina kept
quite. “Are we still on for this Saturday night?” Maya asked.
Nina
didn’t get a chance to replay because Jennifer suddently materialized bside
them. “Hey, girlfriend. Thanks for the book report. We’re still going to
Lauren’s birthday party this Saturday night, right?” She was addressing Nina
without paying attention to Maya’s direction, Jennifer headed to her table in
the corner of the cafeteria, where her gang was waiting.
May
couldn’t believe her ears. Girlfriend? Book report? Lauren’s birthday party?
What the h.....?!
“what
was she talking about? Did you....? what about all the things you said about
her? I can’t believe you!” Maya whispered bitterly to Nina.
Nina
stood up and bent down to whisper back to maya. “well, I took your advice. I
want to know what it’s like to hang out with the popular kids.”
Translated into
Indonesia
Sesuatu
telah mengganggu di pikiran Maya sejak makan siang tadi. Itu adalah sesuatu
yang Nina pernah katakan di kantin sekolah. Maya menolak untuk berkumpul
bersamanya di malam sabtu ini selama pertemuan membaca sebuah puisi di perpustakaan
daerah. Itu benar-benar aneh karena Maya kehilangan semangat mengenai puisinya
dan ini sudah yang ketiga kalinya dia di batalkan pergi ke sebuah pertemuan
membaca.
“Bangun
dan cium aroma bunga mawar itu, Maya,” Nina membentak ketika Maya memberitahukannya
bahwa dia tidak dapat pergi karena Jennifer membutuhkan pertolongannya untuk
proyek ilmiahnya. Jennifer adalah salah satu cewek cakep dan paling terkenal di
antara cewek-cewek lain di sekolah. Menjadi teman bersama salah satu anak-anak
yang terkenal mengangkat status sosialnya. Sesuatu yang hanya dapat Maya mimpikan
sebelumnya.
“Ugh?”
Maya kaget mendengar nada suara Nina.
“Oh,
kau begitu naif. Tidaklah kau lihat bahwa Jennifer sedang mengambil keuntungan
darimu ? dia membutuhkan pertolonganmu untuk proyek ilmiah. Dari “tolong”
maksudku dia ingin kau mengerjakan proyek ilmiah untuknya dan bukan bersamanya.
Mengerti?
Maya
berhenti makan agar-agarnya. Jadi? Aku tidak keberatan. Ini sangat mengasikkan
menjadi teman bersama anak-anak yang terkenal. Kau harus mencobanya
sewaktu-waktu.
“Kau
bukan temannya. kau hanyalah seseorang yang selalu mengikutinya kemanapun dia
berada. Melakukan hal-hal untuknya. Kau adalah pelayannya! Dan aku bersikap
baik ketika aku menggunakan kata itu! Itu adalah kata-kata terakhir Nina
sebelum dia meninggalkan Maya.
Di
rumah, Maya tersadar dengan kata-katanya. Hey itu tidaklah begitu buruk, dia
menghibur dirinya sendirinya sendiri, pengertiannya adalah “teman”.....
walaupun itu juga merupakan “pelayan”. Apakah Nina benar? Apakah dia pelayannya
Jennifer’s dan bukan seorang teman? Tetapi Batman memiliki Robin sebagai
temannya. Kata-katanya sudah benar. Mereka saling tolong-menolong memecahkan
kejahatan lain. Persis seperti.... persis seperti .., tunggu sebentar, Jennifer
tidak pernah membantunya dalam hal apa pun. Dia adalah orang yang selalu
melakukan hal-hal untuk Jennifer. YA TUHAN! Nina benar. Sejak saat itu Jennifer
memiihnya sebagai pelayan proyek ilmiahnya, Jennifer selalu meminta Maya untuk
melakukan hal-hal untuknya.
Berbunyi!
Ini dia telepon seluler: Jennifer.
Halo,
teman. Dengarkan, aku butuh bantuanmu mati-matian. Tim sudah memintaku keluar
malam ini, tetapi kita mempunyai laporan buku itu untuk karya sastra yang akan
di jadwalkan besok. aku harap jika kau dapat menolongku keluar. Kau tahu,
seperti biasa,” Jennifer bercakap-cakap. Entah bagaimana, Maya memberanikan
diri dengan tegas mengatakan “tidak.”
Hanya
email tugasku ketika kau sudah selesai, terima kasih. Jennifer berhenti
berbicara. Maaf, apa yang kau katakan? Dia kelihatan kaget.
“Aku
bilang tidak. Tidak ada lagi pekerjaan jadi pelayan.” Maya mengatakan dengan
tegas. Dia tidak dapat percaya itu. Dia merasa seperti berat badannya kembali
naik.
“Pekerjaan
sebagai pelayan? Apa maksudmu?!?
“Dengar,
Jennifer. Aku pikir kau benar-benar ingin menjadi temanku. Tapi selama ini, kau
sudah memanfaatkanku. Mengerjakan tugas-tugasmu, membawa barang-barangmu sambil
kita berbelanja di Mall, membohongi orang tuamu memberitahukan kepada mereka
sedangkan kau menginap di tempatku, tapi faktanya kau sedang berpesta pora di
luar sana.
Jennifer
tertawa. “memanfaatkanmu?! Bagaimana dengan kau yang sudah memanfaatkanku jadi
terkenal? Aku tidak memanfaatkanmu, Aku melihatnya seperti...... apa yang ahli
biologi sebut itu ah.... a symposium mutualism, symmetry symbiotik uh....
“A
mutualistik symbiosis, Maya bergumam.
“terserah,
itulah kata-katanya. Aku bisa mengerjakan tugasku sampai selesai, kau bisa
berkumpul atau bersenang-senang bersama anak-anak yang terkenal di sekolah.
Klik,
Jennifer menutup teleponnya.
Maya
menghela nafas, dia tiba-tiba memikirkan Nina.
Nina
sedang makan apel sendirian di kantin ketika Maya mendekatinya.
“Tampaknya,
kau benar . Jennifer hanya memanfaatkanku. Dia tidak pernah ingin menjadi
temanku. Dia hanya ingin seseorang mengerjakan seseorang mengerjakan
tugas-tugasnya. Maya duduk di depan Nina. Nina hanya diam. Apakah kita masih
aktif untuk malam sabtu ini? Maya meminta.
Nina
tidak mendapatkan sebuah kesempatan untuk mengulang karena Jennifer tiba-tiba
muncul di samping mereka. Hey, teman. Terima kasih laporan bukunya. Kami tetap
akan pergi ke pesta ulang tahun Lauren’s sabtu malam ini, ya kan? Dia
menyampaikan Nina tanpa menaruh perhatian kepada Maya. Ayo duduk di mejaku,
Nina. Dan dengan senyuman sinis ke arah Maya, Jennifer menuju ke mejanya di
sudut kantin, dimana kelompoknya sedang menunggu.
Maya
tidak bisa percaya apa yang dia dengar. Teman? Buku laporan? Pesta ulang tahun
Lauren’s? Apa-apaan i...?
“apa
yang sedang dia bicarakan tadi? Kau juga
bagaimana dengan semua hal yang kau katakan tentangnya? Aku tidak bisa mempercayaimu!
Maya berbisik tersedu-sedu kepada Nina.
Nina
berdiri dan membungkuk membisikkan kembali kepada Maya. Baik, aku ambil
nasehatmu, aku ingin tahu seperti apa berkumpul dengan anak-anak yang terkenal.
Volume
: 11No. 88 June-July 2012
By Rini
Lasman.
Translation
of the text : Afif Putra Lakenda.