Tata Bahasa (Grammar) adalah
ilmu yang mengajarkan tentang cara menyusun kata-kata untuk menjadi sebuah
kalimat secara tepat, atau dapat dikatakan, sebelum anda menyusun sebuah
kalimat bahasa Inggris, anda harus mempelajari Grammar terlebih dahulu.
Di dalam Tata Bahasa Inggris (English Grammar) dikenal ada delapan jenis kata sebagai unsur pembentuk kalimat yaitu: noun (kata benda), adjective (kata sifat), verb (kata kerja), pronoun (kata ganti), adverb (kata keterangan), preposition (kata depan), conjunction (kata penghubung), dan interjection (kata seru). Delapan bagian yang biasa dikenal dengan The Eight Parts of Speech (delapan bagian dari tata bahasa).
Di dalam Tata Bahasa Inggris (English Grammar) dikenal ada delapan jenis kata sebagai unsur pembentuk kalimat yaitu: noun (kata benda), adjective (kata sifat), verb (kata kerja), pronoun (kata ganti), adverb (kata keterangan), preposition (kata depan), conjunction (kata penghubung), dan interjection (kata seru). Delapan bagian yang biasa dikenal dengan The Eight Parts of Speech (delapan bagian dari tata bahasa).
Contoh tata bahasa dari nouns
: pen, pencil, book, bag, television, cell phone, knife, table, iron, gold, car, pillow, shoe, radio, glass, plate, spoon, fork, stone, cupboard, etc
Di dalam tata bahasa ada
tipe-tipe nouns (kata benda) yaitu : countable nouns (benda yang bisa dihitung)
dan uncountable nouns (benda yang tak bisa dihitung). Contoh dari countable
nouns : table, car, chair, television, book, etc. Sementara contoh dari uncountable
nouns : sugar, water, butter, dust, coffee, bread, money, etc.
Contoh tata bahasa dari adjectives
: able, afraid, alive, bad, awful, awesome, beautiful, big, clean, better,
amazing, happy, good, excited, great, kindly, thankful, rich, crazy, evil, clumsy, cute, lazy, giant, greedy, polite, mysterious, frightening, intelligent, funny, upset.
Di dalam tata bahasa ada
jenis-jenis Adjectives (kata sifat) yaitu : limiting adjectives, demonstrative
adjectives, possesive adjectives, numeral adjectives, and adjectives of
indefinite quantity.
Limiting Adjectives (kata
sifat terbatas)
Article (kata sandang) terdiri
dari : a, an, the.
A untuk kata berawalan
consonan, seperti : a book, a cat.
An untuk kata berawalan vokal,
seperti : an aple, an hour.
The untuk benda tunggal,
seperti : the moon, the sun.
Demonstrative Adjectives (kata
sifat penunjuk)
This : ini, untuk menunjuk
benda dekat dalam bentuk tunggal.
Contoh : This is my book.
Possesive Adjectives (kata
sifat kepunyaan)
Contoh: My book is on the
table.
Numeral Adjective (kata sifat
bilangan)
Contoh : 0, 1,2,3,4, etc.
Adjectives Of Indefinite
Quantity (kata sifat jumlah tidak tentu)
Contoh : many, much, a lot of,
plenty of, a great many, a few, a little, several, all.
Contoh kalimatnya : how many
books do you have?
I don’t drink much coffee.
I have a lot of friends.
There is plenty of comic book
in the cupboard.
My brother has a great many
books.
I will stay at your house a
few days.
There is a little milk on the
table.
I want to visit to bali for
several days.
She can’t speak french at all.
Interogative Adjectives (kata
sifat penanya)
Contoh : what fruit do you
want to buy?
Verbs (kata kerja) adalah
semua kata yang menyatakan perbuatan dan perilaku atau pengertian dinamis. Misalnya:
read, study, beg, run, write, work, play, cook, sleep, ask, cry, call, kiss,
kill, help, repair, smoke, cheat, blame, apologize, advise, answer, knock,
open, use.
Contoh : she works hard
everyday.
Adverbs (kata keterangan)
Contoh : he can speak italy
fluently.
Prepositions (kata depan)
adalah kata yang ditempatkan sebelum kata benda atau kata ganti untuk menunjukkan hubungan dengan bagian-bagian
kalimat yang lain. Berikut ini contoh prepositions (kata kerja) di dalam bahasa
inggris : in (di dalam), on (di atas), behind (di belakang), about (kira-kira),
between (di antara), after (setelah), before (sebelum), to (ke), during
(selama), for (bagi, untuk), under (di bawah).
Conjunctions (kata penghubung)
adalah kata penghubung yang berfungsi untuk menghubungkan dua kalimat atau
lebih menjadi satu kalimat. Contoh conjunctions yang sering digunakan: but (tetapi), and (dan), although (walaupun),
if (jika), after (setelah), for (selama), until (sampai), also (juga), in spite
of (meskipun), so that (agar/supaya), because (karena)
Interjections (kata seru)
adalah kata yang digunakan untuk mengungkapkan suatu perasaan yang kuat,
seperti kakaguman, rasa sakit, atau kegembiraan. Contoh interjections yang
sering di pakai: Horay! Alas! Oh! Gee! Wow! Yummy! Ouch! Yuck! Aha!
Passive Voice (Kalimat
Pasif) adalah suatu grammatical constraction (bentuk grammatical) dimana
subject kalimat tidak melakukan aksi, melainkan menerima aksi atau
ditindaklanjuti (receiver of action) oleh agent lain (doer of action) baik
disebutkan ataupun tidak. Sebaliknya, pada konstruksi active, subjektnya
berhubungan langsung dengan verb dengan bertindak sebagai pelaku aksi. Kalimat
aktif dapat ditransformasikan menjadi pasif, namun hanya transitive verb
(diikuti direct object ) yang dapat diberlakukan demikian.
Rumus dari Passive
Voice (kalimat pasif) adalah sebagai berikut :
Subject
+ To Be + VIII + By + O
Contoh :
French is
studied by him.
The students
are taught by Maman Abdurrahman.
Active Voice
(Kalimat Aktif) adalah kalimat yang subjectnya berbuat sesuatu atau melakukan
suatu pekerjaan. Dalam bahasa indonesia ciri-ciri kalimat aktif adalah kata
kerjanya selalu berawalan “me-” dan beberapa lagi memiliki awalan “ber-“.
Pada kalimat
aktif (Active Voice) ini, kita cukup menggunakan bentuk dasar dari kata kerja
(verbs) dalam penyusunan kalimatnya.
Rumus Present
Tense dari Active Voice (kalimat aktif) adalah sebagai berikut :
Subject
+ Verb1 + s/es
Contoh :
My brother
writes a novel.
Amrina cooks a
vegetables.
I reads a
newspaper.
Kalimat Pasif
adalah kalimat yang subjektnya dikenai pekerjaan atau dikenai perbuatan. ciri-ciri
dari kalimat pasif : Subjeknya
dikenai sebagai penderita. Arti dari kata kerjanya berawalan di-, ter-, atau,
ter-kan. Kalimat pasif dalam bahasa inggris selalu memakai kata kerja bentuk
ke-3/ past participle.
Rumus Present Tense dari Passive Voice / kalimat pasif
adalah sebagai berikut :
Subject
+ To Be ( am, is, are) + V3 (past participle)
Contoh :
A novel is
wrote by My brother.
A vegetables
is cooked by Amrina.
A newspaper is
read by me.
Ciri-ciri dari
Active Voice adalah susunan kalimatnya merupakan bentuk dasar dari “verb” atau
“to be”. Sedangkan ciri-ciri dari Passive Voice adalah susunan kalimatnya
dirangkai menggunakan “to be/ be” kemudian diikuti oleh verb 3, dan biasanya
diikuti oleh frase “by”.
Active Voice (kalimat
aktif) dalam bentuk Simple Past Tense adalah sebagai berikut:
Rumus : Subject + Verb2 + O
Contoh :
Ahmad bought
soccer serries at the shops yesterday.
Passive Voice (kalimat
pasif) dalam bentuk Simple Past Tense adalah sebagai berikut:
Rumus : Subject + To Be (was, were) + V3 + By + O
Contoh :
Soccer Serries
was bought by Ahmad at the shops yesterday.
Active Voice (kalimat
aktif) dalam bentuk Present Perfect adalah sebagai berikut:
Rumus : Subject + Have/Has + V3
Contoh :
I have
answered a short question.
She has called
the police.
They have
visited to maninjau lake.
Passive Voice (kalimat
pasif) dalam bentuk Present Perfect adalah sebagai berikut:
Rumus : Subject + Have/Has Been + V3 + By + O
Contoh :
A short
question have been answered by me.
A police has
been called by her.
Maninjau lake
have been visited by them.
Present Continuous Tense adalah suatu bentuk kalimat yang kata kerjanya
digunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang sedang dilakukan sekarang atau
waktu saat ini. Biasanya ditandai dengan keteranngan waktu sekarang (now),
hari ini (today), this day (hari ini), dll.
Kalimat Aktif dalam bentuk Present Continuous Tense adalah sebagai berikut:
Rumus :
Subject
+ To Be (am, is, are) +V1-ing + O
Contoh
:
I am
drawing a box.
He is
listening conversation a radio.
Kalimat Pasif dalam bentuk Present Continuous Tense adalah sebagai berikut:
Rumus :
Subject
+ To Be (am, is, are) + Being + V3 + By + O
Contoh
:
A box
is being drawn by me.
A radio
is being listened by him.
Past Perfect
digunakan untuk menunjukkan perbuatan atau peristiwa yang dimulai atau terjadi
dimasa lampau dan terus berlangsung ataupun selesai dimasa lampau berikutnya.
Juga berfungsi sebagai pengganti Simple Past Tense apabila digunakan untuk
mengacu atau menunjukkan peristiwa atau perbuatan masa lampau yang terjadi
dalam jangka waktu tertentu.
Kalimat Aktif
dalam bentuk Past Perfect adalah sebagai berikut:
Rumus : Subject + Had + V3 + O
Contoh :
Doni had won
Thomas cup.
Akira Toriyama
had drawn manga dragon ball.
Kalimat Pasif
dalam bentuk Past Perfect adalah sebagai berikut:
Rumus : Subject + Had + Been + V3 + By + O
Contoh :
Thomas cup had
been won by doni.
Manga dragon
ball had been drawn by Akira Toriyama.
Modal verbs atau modal auxiliaries adalah sebutan untuk kata kerja
bantu selain be, do, dan have. Tidak seperti auxiliary verbs, modal verbs hanya
dapat berfungsi sebagai kata kerja bantu saja dan tidak dapat berlaku sebagai principal
verbs dalam suatu kalimat. Kata kerja utama (main verbs) yang mengikuti modal
verbs harus selalu kata kerja dasar tanpa to (bare infinitive or infinitive
without to) modal verbs yang digunakan adalah : can, could, may, might, must,
ought to, had better, shall, should, will, dan would. Selain itu, bentuk modal
verbs tidak berubah dan tetap sama untuk semua jenis subjek.
Aturan
perubahan dalam bentuk dan cara membuat kalimat active dan passive voice untuk
kategori modals adalah sebagai berikut : can menjadi can be, should menjadi
should be, must menjadi must be, will bisa menjadi will be dan seterusnya.
Contoh kalimat modal dengan menggunakan active dan passive :
I must write
the lesson. (active voice)
The lesson
must be wrote by me. (passive voice)
She should
clean this table. (active voice)
This table
should be cleaned by her. (passive voice)
He will finish
the assignment. (active voice)
The assignment
will be finished by him. (passive voice)
I can design a
clothes. (active voice)
a clothes can
be designed by me. (passive voice)
They would
celebrate new year in turkey. (active voice)
New year in
turkey would be celebrated by them. (passive voice)
She could open
the gate. (active voice)
The gate could
be open by her. (passive voice)
I can repair this motor cycle. (active voice)
This motor cycle can be repaired by me. (passive voice)
I can repair this motor cycle. (active voice)
This motor cycle can be repaired by me. (passive voice)
Transitive
verb atau kata kerja transitif yang digunakan dengan menggunakan (diikuti)
suatu objek, dan objek yang mengikuti inilah yang nantinya akan menerima
aksi dari subjek. Transitive verb dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
monotransitive verb dan ditransitive verb. Monotransitive verb adalah kata
kerja yang diikuti dengan satu objek yang berupa direct object, sedangkan
ditransitive verb adalah kata kerja yang diikuti dengan dua objek yang berupa
direct objek dan indirect objek.
Contoh kalimat
monotransitive verb :
Fulan writes a
novel.
Fulan sebagai
subject, sementara “write” sebagai suatu kata kerja (verb) dan “novel” sebagai
object secara langsung yang mengikuti kata kerja (write)
Contoh kedua
dari monotransitive verb :
Ucu works at
insurance jiwasraya.
Ucu sebagai
subject, sementara “work” sebagai suatu kata kerja (verb) dan “insurance
jiwasraya” sebagai object secara langsung yang mengikuti kata kerja (work)
Contoh kalimat
ditransitive verb :
She offers me
a pizza.
She offers a
pizza for me.
She sebagai
subject, sementara “offer” adalah suatu kata kerja (verb) sementara “pizza”
sebagai direct object, dan “me” sebagai indirect object.
CATATAN.
Direct object
adalah object yang berupa noun, pronoun, ataupun noun substitute. Kalau
indirect object adalah object yang menunjukkan “untuk siapa” atau kepada siapa
yang dimaksud.
Intransitive
verb atau kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak diikuti dengan
object. Intransitive verb juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu linking
verb dan non linking verb. Yang dimaksud dengan linking verb merupakan kata
kerja yang diikuti oleh complement subject (pelengkap) untuk menyatakan maksud
sebenarnya, jika tidak ada complement subject maka apa yang ingin dikatakan
akan mengambang dan tidak jelas.
Sedangkan yang
dimaksud dengan non linking verb adalah kata kerja yang tidak harus diikuti
dengan complement subject, jika tidak diikuti complement subject apa yang ingin
dikatakan masih dapat dipahami, tidak mengambang, dan cukup jelas. Jadi
intinya, dalam non linking verb anda boleh menambahkan complement subject, dan
boleh juga tidak menambahkannya.
Contoh linking
verb :
Pinka eats
pizza.
Pinka disini
sebagai subject, “eats” adalah kata kerja dan “pizza” adalah complement subject
(pelengkap) kalau tidak adanya kata pizza berarti kalimatnya tidak jelas. Pinka
makan, makan apa? Jadi harus menambahkan Pizza biar jelas kalimatnya. “ Pinka
makan pizza”
Contoh non
linking verb :
He plays.
He plays
football.
He disini sebagai
subject, “plays” adalah kata kerja dan football adalah complement subject atau
tidak melengkapi kalimat terakhirnya saja sudah dapat dipahami maksudnya dan
kalimatnya cukup jelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar