Sabtu, 10 Oktober 2015

Tugas 1 Grammar, Active and Passive Voice (Softskill)



Tata Bahasa (Grammar) adalah ilmu yang mengajarkan tentang cara menyusun kata-kata untuk menjadi sebuah kalimat secara tepat, atau dapat dikatakan, sebelum anda menyusun sebuah kalimat bahasa Inggris, anda harus mempelajari Grammar terlebih dahulu.

Di dalam Tata Bahasa Inggris (English Grammar) dikenal ada delapan jenis kata sebagai unsur pembentuk kalimat yaitu: noun (kata benda), adjective (kata sifat), verb (kata kerja), pronoun (kata ganti), adverb (kata keterangan), preposition (kata depan), conjunction (kata penghubung), dan interjection (kata seru). Delapan bagian yang biasa dikenal dengan The Eight Parts of Speech (delapan bagian dari tata bahasa).

Contoh tata bahasa dari nouns : pen, pencil, book, bag, television, cell phone, knife, table, iron, gold, car, pillow, shoe, radio, glass, plate, spoon, fork, stone, cupboard, etc
Di dalam tata bahasa ada tipe-tipe nouns (kata benda) yaitu : countable nouns (benda yang bisa dihitung) dan uncountable nouns (benda yang tak bisa dihitung). Contoh dari countable nouns : table, car, chair, television, book, etc. Sementara contoh dari uncountable nouns : sugar, water, butter, dust, coffee, bread, money, etc.

Contoh tata bahasa dari adjectives : able, afraid, alive, bad, awful, awesome, beautiful, big, clean, better, amazing, happy, good, excited, great, kindly, thankful, rich, crazy, evil, clumsy, cute, lazy, giant, greedy, polite, mysterious, frightening, intelligent, funny, upset.
Di dalam tata bahasa ada jenis-jenis Adjectives (kata sifat) yaitu : limiting adjectives, demonstrative adjectives, possesive adjectives, numeral adjectives, and adjectives of indefinite quantity.

Limiting Adjectives (kata sifat terbatas)
Article (kata sandang) terdiri dari : a, an, the.
A untuk kata berawalan consonan, seperti : a book, a cat.
An untuk kata berawalan vokal, seperti : an aple, an hour.
The untuk benda tunggal, seperti : the moon, the sun.

Demonstrative Adjectives (kata sifat penunjuk)
This : ini, untuk menunjuk benda dekat dalam bentuk tunggal.
Contoh : This is my book.

Possesive Adjectives (kata sifat kepunyaan)
Contoh: My book is on the table.

Numeral Adjective (kata sifat bilangan)
Contoh : 0, 1,2,3,4, etc.

Adjectives Of Indefinite Quantity (kata sifat jumlah tidak tentu)
Contoh : many, much, a lot of, plenty of, a great many, a few, a little, several, all.
Contoh kalimatnya : how many books do you have?
I don’t drink much coffee.
I have a lot of friends.
There is plenty of comic book in the cupboard.
My brother has a great many books.
I will stay at your house a few days.
There is a little milk on the table.
I want to visit to bali for several days.
She can’t speak french at all.

Interogative Adjectives (kata sifat penanya)
Contoh : what fruit do you want to buy?

Verbs (kata kerja) adalah semua kata yang menyatakan perbuatan dan perilaku atau pengertian dinamis. Misalnya: read, study, beg, run, write, work, play, cook, sleep, ask, cry, call, kiss, kill, help, repair, smoke, cheat, blame, apologize, advise, answer, knock, open, use.
Contoh : she works hard everyday.

Adverbs (kata keterangan)
Contoh : he can speak italy fluently.

Prepositions (kata depan) adalah kata yang ditempatkan sebelum kata benda atau kata ganti untuk  menunjukkan hubungan dengan bagian-bagian kalimat yang lain. Berikut ini contoh prepositions (kata kerja) di dalam bahasa inggris : in (di dalam), on (di atas), behind (di belakang), about (kira-kira), between (di antara), after (setelah), before (sebelum), to (ke), during (selama), for (bagi, untuk), under (di bawah).

Conjunctions (kata penghubung) adalah kata penghubung yang berfungsi untuk menghubungkan dua kalimat atau lebih menjadi satu kalimat. Contoh conjunctions yang sering digunakan:  but (tetapi), and (dan), although (walaupun), if (jika), after (setelah), for (selama), until (sampai), also (juga), in spite of (meskipun), so that (agar/supaya), because (karena)

Interjections (kata seru) adalah kata yang digunakan untuk mengungkapkan suatu perasaan yang kuat, seperti kakaguman, rasa sakit, atau kegembiraan. Contoh interjections yang sering di pakai: Horay! Alas! Oh! Gee! Wow! Yummy! Ouch! Yuck! Aha!


Passive Voice (Kalimat Pasif) adalah suatu grammatical constraction (bentuk grammatical) dimana subject kalimat tidak melakukan aksi, melainkan menerima aksi atau ditindaklanjuti (receiver of action) oleh agent lain (doer of action) baik disebutkan ataupun tidak. Sebaliknya, pada konstruksi active, subjektnya berhubungan langsung dengan verb dengan bertindak sebagai pelaku aksi. Kalimat aktif dapat ditransformasikan menjadi pasif, namun hanya transitive verb (diikuti direct object ) yang dapat diberlakukan demikian.

Rumus dari Passive Voice (kalimat pasif) adalah sebagai berikut :
Subject + To Be + VIII + By + O

Contoh :
French is studied by him.
The students are taught by Maman Abdurrahman.

Active Voice (Kalimat Aktif) adalah kalimat yang subjectnya berbuat sesuatu atau melakukan suatu pekerjaan. Dalam bahasa indonesia ciri-ciri kalimat aktif adalah kata kerjanya selalu berawalan “me-” dan beberapa lagi memiliki awalan “ber-“.
Pada kalimat aktif (Active Voice) ini, kita cukup menggunakan bentuk dasar dari kata kerja (verbs) dalam penyusunan kalimatnya.

Rumus Present Tense dari Active Voice (kalimat aktif) adalah sebagai berikut :
Subject + Verb1 + s/es

Contoh :
My brother writes a novel.
Amrina cooks a vegetables.
I reads a newspaper.

Kalimat Pasif adalah kalimat yang subjektnya dikenai pekerjaan atau dikenai perbuatan. ciri-ciri dari kalimat pasif : Subjeknya dikenai sebagai penderita. Arti dari kata kerjanya berawalan di-, ter-, atau, ter-kan. Kalimat pasif dalam bahasa inggris selalu memakai kata kerja bentuk ke-3/ past participle.

Rumus Present Tense dari Passive Voice / kalimat pasif adalah sebagai berikut :
Subject + To Be ( am, is, are) + V3 (past participle)

Contoh :
A novel is wrote by My brother.
A vegetables is cooked by Amrina.
A newspaper is read by me.

Ciri-ciri dari Active Voice adalah susunan kalimatnya merupakan bentuk dasar dari “verb” atau “to be”. Sedangkan ciri-ciri dari Passive Voice adalah susunan kalimatnya dirangkai menggunakan “to be/ be” kemudian diikuti oleh verb 3, dan biasanya diikuti oleh frase “by”.

Active Voice (kalimat aktif) dalam bentuk Simple Past Tense adalah sebagai berikut:
Rumus : Subject + Verb2 + O

Contoh :
Ahmad bought soccer serries at the shops yesterday.

Passive Voice (kalimat pasif) dalam bentuk Simple Past Tense adalah sebagai berikut:
Rumus : Subject + To Be (was, were) + V3 + By + O

Contoh :
Soccer Serries was bought by Ahmad at the shops yesterday.

Active Voice (kalimat aktif) dalam bentuk Present Perfect adalah sebagai berikut:
Rumus : Subject + Have/Has + V3

Contoh :
I have answered a short question.
She has called the police.
They have visited to maninjau lake.

Passive Voice (kalimat pasif) dalam bentuk Present Perfect adalah sebagai berikut:
Rumus : Subject + Have/Has Been + V3 + By + O

Contoh :
A short question have been answered by me.
A police has been called by her.
Maninjau lake have been visited by them.

Present Continuous Tense adalah suatu bentuk kalimat yang kata kerjanya digunakan untuk menyatakan suatu kejadian yang sedang dilakukan sekarang atau waktu saat ini. Biasanya ditandai dengan keteranngan waktu sekarang (now), hari ini (today), this day (hari ini), dll.

Kalimat Aktif dalam bentuk Present Continuous Tense adalah sebagai berikut:
Rumus : Subject + To Be (am, is, are) +V1-ing + O

Contoh :
I am drawing a box.
He is listening conversation a radio.

Kalimat Pasif dalam bentuk Present Continuous Tense adalah sebagai berikut:
Rumus : Subject + To Be (am, is, are) + Being + V3 + By + O

Contoh :
A box is being drawn by me.
A radio is being listened by him.

Past Perfect digunakan untuk menunjukkan perbuatan atau peristiwa yang dimulai atau terjadi dimasa lampau dan terus berlangsung ataupun selesai dimasa lampau berikutnya. Juga berfungsi sebagai pengganti Simple Past Tense apabila digunakan untuk mengacu atau menunjukkan peristiwa atau perbuatan masa lampau yang terjadi dalam jangka waktu tertentu.

Kalimat Aktif dalam bentuk Past Perfect adalah sebagai berikut:
Rumus : Subject + Had + V3 + O

Contoh :
Doni had won Thomas cup.
Akira Toriyama had drawn manga dragon ball.

Kalimat Pasif dalam bentuk Past Perfect adalah sebagai berikut:
Rumus : Subject + Had + Been + V3 + By + O

Contoh :
Thomas cup had been won by doni.
Manga dragon ball had been drawn by Akira Toriyama.

Modal verbs atau modal auxiliaries adalah sebutan untuk kata kerja bantu selain be, do, dan have. Tidak seperti auxiliary verbs, modal verbs hanya dapat berfungsi sebagai kata kerja bantu saja dan tidak dapat berlaku sebagai principal verbs dalam suatu kalimat. Kata kerja utama (main verbs) yang mengikuti modal verbs harus selalu kata kerja dasar tanpa to (bare infinitive or infinitive without to) modal verbs yang digunakan adalah : can, could, may, might, must, ought to, had better, shall, should, will, dan would. Selain itu, bentuk modal verbs tidak berubah dan tetap sama untuk semua jenis subjek.

Aturan perubahan dalam bentuk dan cara membuat kalimat active dan passive voice untuk kategori modals adalah sebagai berikut : can menjadi can be, should menjadi should be, must menjadi must be, will bisa menjadi will be dan seterusnya.

Contoh kalimat modal dengan menggunakan active dan passive :

I must write the lesson. (active voice)
The lesson must be wrote by me. (passive voice)
She should clean this table. (active voice)
This table should be cleaned by her. (passive voice)
He will finish the assignment. (active voice)
The assignment will be finished by him. (passive voice)
I can design a clothes. (active voice)
a clothes can be designed by me. (passive voice)
They would celebrate new year in turkey. (active voice)
New year in turkey would be celebrated by them. (passive voice)
She could open the gate. (active voice)
The gate could be open by her. (passive voice)
I can repair this motor cycle. (active voice)
This motor cycle can be repaired by me. (passive voice)

Transitive verb atau kata kerja transitif yang digunakan dengan menggunakan (diikuti) suatu objek, dan objek yang mengikuti  inilah yang nantinya akan menerima aksi dari subjek. Transitive verb dapat dibedakan menjadi dua, yaitu monotransitive verb dan ditransitive verb. Monotransitive verb adalah kata kerja yang diikuti dengan satu objek yang berupa direct object, sedangkan ditransitive verb adalah kata kerja yang diikuti dengan dua objek yang berupa direct objek dan indirect objek.

Contoh kalimat monotransitive verb :

Fulan writes a novel.
Fulan sebagai subject, sementara “write” sebagai suatu kata kerja (verb) dan “novel” sebagai object secara langsung yang mengikuti kata kerja (write)

Contoh kedua dari monotransitive verb :

Ucu works at insurance jiwasraya.
Ucu sebagai subject, sementara “work” sebagai suatu kata kerja (verb) dan “insurance jiwasraya” sebagai object secara langsung yang mengikuti kata kerja (work)

Contoh kalimat ditransitive verb :

She offers me a pizza.
She offers a pizza for me.

She sebagai subject, sementara “offer” adalah suatu kata kerja (verb) sementara “pizza” sebagai direct object, dan “me” sebagai indirect object.

CATATAN.
Direct object adalah object yang berupa noun, pronoun, ataupun noun substitute. Kalau indirect object adalah object yang menunjukkan “untuk siapa” atau kepada siapa yang dimaksud.

Intransitive verb atau kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak diikuti dengan object. Intransitive verb juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu linking verb dan non linking verb. Yang dimaksud dengan linking verb merupakan kata kerja yang diikuti oleh complement subject (pelengkap) untuk menyatakan maksud sebenarnya, jika tidak ada complement subject maka apa yang ingin dikatakan akan mengambang dan tidak jelas.
Sedangkan yang dimaksud dengan non linking verb adalah kata kerja yang tidak harus diikuti dengan complement subject, jika tidak diikuti complement subject apa yang ingin dikatakan masih dapat dipahami, tidak mengambang, dan cukup jelas. Jadi intinya, dalam non linking verb anda boleh menambahkan complement subject, dan boleh juga tidak menambahkannya.

Contoh linking verb :

Pinka eats pizza.
Pinka disini sebagai subject, “eats” adalah kata kerja dan “pizza” adalah complement subject (pelengkap) kalau tidak adanya kata pizza berarti kalimatnya tidak jelas. Pinka makan, makan apa? Jadi harus menambahkan Pizza biar jelas kalimatnya. “ Pinka makan pizza”

Contoh non linking verb :

He plays.
He plays football.
He disini sebagai subject, “plays” adalah kata kerja dan football adalah complement subject atau tidak melengkapi kalimat terakhirnya saja sudah dapat dipahami maksudnya dan kalimatnya cukup jelas.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar