Tragedi
Bom bali 1
Tragedi bom bali adalah
sebuah tragedi Pengeboman yang terjadi pada malam hari 12 Oktober 2002. Ledakan
bom bali ini terjadi di dua tempat penting yang biasanya para turis-turis asing
brkunjung ke Paddy’s club dan Sari club di jalan legian, kuta bali.
Teror bom di bali
beberapa waktu lalu sempat membuat Pariwisata di Pulau dewata terganggu. Keamanan
pun menjadi hal utama yang harus di perhatikan Pemerintah agar kejadian serupa
tak terulang. Tapi yang jelas bali harus aman. Berkaca pada bom bali jangan
sampai terjadi lagi, karena kemarin betul-betul drop. Saya lihat semua
berantakan ngak karuan. Tingkat pengunjung turun drastis. Ujar peserta konvensi
capres Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo di Denpasar bali. Senin 17/2/2014
Ketua yayasan istri dan
anak-anak korban bom bali 1 (isana dewata) Ni Luh Erniati mengatakan peringatan
ini bukan untuk mengenang, tetapi mengingatkan masyarakat Pemerintah dan dunia
bahwa hari ini, 12 tahun yang lalu terjadi tragedi kemanusiaan memilukan yang
dampaknya belum hilang sampai sekarang.
Gubernur bali Made
Mangku Pastika yang memimpin Pemerintah bali periode 2008-2013 dan 2013-2018
mengajak semua pihak termasuk keluarga korban untuk memaafkan dan tidak
memendam dendam dan amarah akibat kejadian itu. Apapun agamanya, warna kulit,
dan Profesinya mari jaga perdamaian.
Relawan yang ikut
membantu Penanganan dampak bom bali, Haji Agus Bambang Priyanto, mengaku
memahami kesuitan korban melupakan kejadian pengeboman 12 tahun silam meski
para pelakunya sudah mendapatkan hukuman suatu hokum yang berlaku. Jangankan bom
bali 12 tahun yang lalu, Perang dunia 1, sebuah Perang global terpusat di eropa
yang di mulai 28 juli 1914 hingga 11 November 1918 sulit di lupakan akibat
banyaknya korban dan penderitaan yang melibatkan banyak orang.
Peristiwa bom bali ini mengajak semua pihak termasuk
keluarga korban supaya untuk memaafkan dan tdak memendam dendam dan amarah akibat
kejadian itu. Apapun agama, warna kulit, dan profesinya mari jaga perdamaian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar