Jumat, 25 April 2014

Pengalaman mistik di Palembang


Aku mempunyai pengalaman mistik selama berada di Sumatera Selatan tepatnya kota Palembang. Maklumlah aku sudah sembilan tahun di Palembang, jadi aku sudah mengenal seluk-beluk bahasanya, makanannya, tempat-tempat yang bagus disana, dan juga pengalaman horornya. Kali ini aku menceritakan sedikit pengalaman seram ku di Palembang. Pada waktu itu aku berusia 12 tahun, aku bersama keluarga pertama kali tiba di Palembang lalu kami menginap di hotel sari selama seminggu dan setelah itu aku bersama keluarga mencari rumah kontrakan, dan akhirnya kami menemukan sebuah rumah yang cocok untuk ditinggali. Rumah kontrakan yang berada di sekip tengah jalan lorong hanan. Sesampai dirumah itu aku beristirahat sejenak setelah melaluinperjalanan yang sangat panjang. Setelah puas beristirahat aku lalu beranjak membersihkan rumah itu serapi-rapinya, sampah-sampah yang bertebaran dimana-mana segera aku buang ke tong sampah yang berada di dekat rumahku. Karena rumah itu sudah sangat lama sekali tidak ditinggali orang, jadi banyak sampah disekitarnya. Aku termasuk orang yang senang dengan kebersihan aku tidak mau kalau ada secuil sampah di dekatku. Rumahku sekarang sudah bersih dari sampah, aku segera menaruh barang-barangku ke dalam kamar belakang.
Waktu menunjukkan pukul 19.00 saatnya makan malam tetapi, ibuku tidak menyiapkan makan malam karena seharian sibuk memindahkan barang jadi tidak sempat masak makan malam. Dan pada akhirnya kami membeli makanan cepat saji Restoran Sederhana di dekat jalan Balayuda. Aku sangat menikmati kebersamaan makan malam dengan keluarga di rumah baru itu. Setelah selesai makan malam, aku dan kakakku keluar rumah untuk  melihat suasana di malam hari yang sangat indah. Aku memandangi rumah yang kami tempati di kejauhan ternyata terlihat seram karena rumah kami bertingkat tetapi, tidak memiliki kamar di atas jadi Cuma untuk menjemur pakaian saja. Selain itu rumah disebelahku juga kosong maklumlah rumah kontrakan jadi jarang orang yang tempati rumah itu. Waktu menunjukkan pukul 22.00 saatnya aku tidur karena besok aku akan pergi ke sekolah.
Pada pagi harinya aku berangkat ke sekolah bersama kakakku. waktu itu belum ada motor jadi aku dan kakak selalu pergi ke sekolah dengan menaiki mobil ke arah sekip. Di SD 63 Palembang, aku seorang siswa barupindahan dari Bandar Lampung. Aku berteman dengan siapa saja disana dan aku tidak pernah memilih-milih teman aku sangat senang jika banyak teman yang mengenalku. Hari sudah siang saatnya aku pulang ke rumah seperti biasa aku selalu naik mobil angkot umum warna kuning arah ke sekip ujung. Di waktu siang hari, aku melihat rumah yang aku tempati tidaklah terlihat seram tapi, menjelang malam harinya aku tak berani naik ke atas sendirian takut bila sendiri di lantai atas. Setiap malam aku selalu mendengar bunyi genteng yang sedang beradu di lantai atas. Bunyinya semakin kencang sehingga membuatku tidak bisa tidur. Dalam keadaan gelisah aku tetap berusaha memencingka mata dan tidak menghiraukan bunyi genteng itu. Dan pada akhirnya aku tertidur pulas sampai bangun kesiangan. Hahaha
Hari Minggu adalah hari yang sangat aku tunggu-tunggu untuk bermain mobil tamiya bersama adikku yang lucu. Kami bermain mobil tamiya di lantai atas mobil kami saling susul-menyusul dengan sengitnya tapi, pada akhirnya aku yang menang. Hahahaha seharian penuh kami bermain mobil tamiya di lantai atas, tidak terasa hari sudah magrib aku dan adikku segera turun ke lantai bawah. Malam harinya aku bersama keluarga sedang asyik menonton bola dengan ditemani makanan kecil. Sekitar pukul 23.00 aku ke kamar kecil di dalam hatiku wcnya sangat gelap maklumlah ayahku tidak memasang lampu untuk kamar mandi. Aku membayangkan ada orang berpakaian putih, berambut panjang, lidah terjuantai panjang.. hiiiii.  Seram pikirku. Baru membayangkannya saja aku sudah ketakutan apalagi melihat secara langsung,, wah gak bisa di bayangin deh. Ya sudahlah aku cepat-cepat buang airnya dan tidak usah terlalu lama berada di wc entar kesambet. Dan akupun segera menonton pertandingan sepak bola lagi.
Waktu menunjukkan Pukul 01.00 dini hari, aku segera tidur bersama adik dan kakakku di kamar belakang. Sementara ayah dan ibuku tidur di kamar depan. Tiap malam lagi-lagi aku mendengar suara genteng berisik di lantai atas aku jadi takut sendirian keluar kamar. Aku terbangun lalu meminum segelas air karena aku kehausan. Semakin kencang bunyi genteng di lantai atas, semakin susahnya aku tidur. Lalu aku berusaha untuk tetap tenang dan kembali tidur. Pagi harinya aku tetap beraktivitas sekolah seperti biasanya. Sepulang dari sekolah ada uang Rp 3000 di kantong aku beli roti wijen di dekat rumahku. Aku sangat suka sekali dengan roti wijen isi kacang ijo apalagi roti wijen dalam keadaan hangat beeegghh aku lebih menyukainya.pada saat aku berada di ruang tamu sepintas seperti ada yang lewat di belakangku. Tapi, aku pura-pura tidak tahu dan aku berusaha melupakan itu dengan membaca koran soccer yang ada di ruang tamu sambil mendengarkan musik. Hari sudah malam aku segera mengerjakan tugas yang di berikan bu guru di sekolah itu untuk menghindari rasa takut yang sedang aku alami.  Waktu menunjukkan pukul 23.00 malam, tugas yang berat sudah aku kerjakan dan saatnya aku tidur di kamar belakang. Suasana di dalam kamar sangat panas aku lalu keluar kamar sambil kipas-kipas di luar. Sambil kipas di ruang tamu, mataku mulai berat dan aku tertidur tetapi mataku masih merem melek tiba-tiba sesosok nenek-nenek berpakaian hitam ada di pojok ruang tamu sedang duduk. Tanpa pikir panjang lagi aku langsung ke kamar belakang dan tidur secepatnya. Rupanya ibuku juga pernha melihatnya pada saat kakakku terkena campak. Cuma ibuku tidak mau memberitahuku tentang nenek tua itu.
Pada pagi harinya orang-orang yang ada di sekitar rumahku tahu tentang rumah kontrakkan itu. Dulu memang ada kejadian di rumah itu (yang aku tempati) sebelu aku berada disini. Waktu itu sekeluarga pergi jalan-jalan ke benteng kuto besak lalu mereka menitipkan anaknya ke nenek mereka. Sang nenek yang sedang mengendong cucunya tiba-tiba terjatuh di ruang tamu. Nenek menindih cucunya sehingga cucunya menanggis dan si nenek pun akhirnya meninggal. Suara tangisan anak kecil terdengar oleh warga sekitar segera mendobrak rumah itu untuk menyelamatka anak kecil dan nenek itu. Tapi, nyawa sang nenek tidak bisa ditolong lagi. Sejak saat itu setiap malam dia ada di rumah itu dan adanya penampakan nenek itu.  Sekian.

1 komentar:

  1. ciieee ciieeee anak SDN 63 Palembang ....
    temen sekelasKu nih. Hahahahaa,,,
    Apa kabarnya Fif??

    Oh ya, langsung aja deh,,
    Nomor hp elu berapa? or pin BBM Gitu...
    Nih aku Devi Viviyanti, temen SD Lu dulu n sering maen ke rumahMu (Lorong Hanan) rumahMu depanan kan sama rumahnya Sinta ??

    Hahahahaaa ,,,
    ni nomor HP Aku 08992384173
    dan ini pin BBM aku 7E70D70C
    di Invite n di sms ya nomornya, udah lama gk Ngobrol sama kamu setelah Lulus dari SDN 63 ^^

    BalasHapus