Aku
mempunyai pengalaman mistik selama berada di Sumatera Selatan tepatnya kota
Palembang. Maklumlah aku sudah sembilan tahun di Palembang, jadi aku sudah
mengenal seluk-beluk bahasanya, makanannya, tempat-tempat yang bagus disana,
dan juga pengalaman horornya. Kali ini aku menceritakan sedikit pengalaman
seram ku di Palembang. Pada waktu itu aku berusia 12 tahun, aku bersama
keluarga pertama kali tiba di Palembang lalu kami menginap di hotel sari selama
seminggu dan setelah itu aku bersama keluarga mencari rumah kontrakan, dan
akhirnya kami menemukan sebuah rumah yang cocok untuk ditinggali. Rumah kontrakan
yang berada di sekip tengah jalan lorong hanan. Sesampai dirumah itu aku
beristirahat sejenak setelah melaluinperjalanan yang sangat panjang. Setelah puas
beristirahat aku lalu beranjak membersihkan rumah itu serapi-rapinya,
sampah-sampah yang bertebaran dimana-mana segera aku buang ke tong sampah yang
berada di dekat rumahku. Karena rumah itu sudah sangat lama sekali tidak
ditinggali orang, jadi banyak sampah disekitarnya. Aku termasuk orang yang
senang dengan kebersihan aku tidak mau kalau ada secuil sampah di dekatku. Rumahku
sekarang sudah bersih dari sampah, aku segera menaruh barang-barangku ke dalam
kamar belakang.
Waktu
menunjukkan pukul 19.00 saatnya makan malam tetapi, ibuku tidak menyiapkan
makan malam karena seharian sibuk memindahkan barang jadi tidak sempat masak
makan malam. Dan pada akhirnya kami membeli makanan cepat saji Restoran
Sederhana di dekat jalan Balayuda. Aku sangat menikmati kebersamaan makan malam
dengan keluarga di rumah baru itu. Setelah selesai makan malam, aku dan kakakku
keluar rumah untuk melihat suasana di
malam hari yang sangat indah. Aku memandangi rumah yang kami tempati di
kejauhan ternyata terlihat seram karena rumah kami bertingkat tetapi, tidak
memiliki kamar di atas jadi Cuma untuk menjemur pakaian saja. Selain itu rumah
disebelahku juga kosong maklumlah rumah kontrakan jadi jarang orang yang
tempati rumah itu. Waktu menunjukkan pukul 22.00 saatnya aku tidur karena besok
aku akan pergi ke sekolah.
Pada
pagi harinya aku berangkat ke sekolah bersama kakakku. waktu itu belum ada
motor jadi aku dan kakak selalu pergi ke sekolah dengan menaiki mobil ke arah
sekip. Di SD 63 Palembang, aku seorang siswa barupindahan dari Bandar Lampung. Aku
berteman dengan siapa saja disana dan aku tidak pernah memilih-milih teman aku
sangat senang jika banyak teman yang mengenalku. Hari sudah siang saatnya aku
pulang ke rumah seperti biasa aku selalu naik mobil angkot umum warna kuning
arah ke sekip ujung. Di waktu siang hari, aku melihat rumah yang aku tempati
tidaklah terlihat seram tapi, menjelang malam harinya aku tak berani naik ke atas
sendirian takut bila sendiri di lantai atas. Setiap malam aku selalu mendengar
bunyi genteng yang sedang beradu di lantai atas. Bunyinya semakin kencang
sehingga membuatku tidak bisa tidur. Dalam keadaan gelisah aku tetap berusaha
memencingka mata dan tidak menghiraukan bunyi genteng itu. Dan pada akhirnya
aku tertidur pulas sampai bangun kesiangan. Hahaha
Hari
Minggu adalah hari yang sangat aku tunggu-tunggu untuk bermain mobil tamiya
bersama adikku yang lucu. Kami bermain mobil tamiya di lantai atas mobil kami
saling susul-menyusul dengan sengitnya tapi, pada akhirnya aku yang menang. Hahahaha
seharian penuh kami bermain mobil tamiya di lantai atas, tidak terasa hari
sudah magrib aku dan adikku segera turun ke lantai bawah. Malam harinya aku
bersama keluarga sedang asyik menonton bola dengan ditemani makanan kecil. Sekitar
pukul 23.00 aku ke kamar kecil di dalam hatiku wcnya sangat gelap maklumlah
ayahku tidak memasang lampu untuk kamar mandi. Aku membayangkan ada orang
berpakaian putih, berambut panjang, lidah terjuantai panjang.. hiiiii. Seram pikirku. Baru membayangkannya saja aku
sudah ketakutan apalagi melihat secara langsung,, wah gak bisa di bayangin deh.
Ya sudahlah aku cepat-cepat buang airnya dan tidak usah terlalu lama berada di
wc entar kesambet. Dan akupun segera menonton pertandingan sepak bola lagi.
Waktu
menunjukkan Pukul 01.00 dini hari, aku segera tidur bersama adik dan kakakku di
kamar belakang. Sementara ayah dan ibuku tidur di kamar depan. Tiap malam
lagi-lagi aku mendengar suara genteng berisik di lantai atas aku jadi takut
sendirian keluar kamar. Aku terbangun lalu meminum segelas air karena aku
kehausan. Semakin kencang bunyi genteng di lantai atas, semakin susahnya aku
tidur. Lalu aku berusaha untuk tetap tenang dan kembali tidur. Pagi harinya aku
tetap beraktivitas sekolah seperti biasanya. Sepulang dari sekolah ada uang Rp
3000 di kantong aku beli roti wijen di dekat rumahku. Aku sangat suka sekali
dengan roti wijen isi kacang ijo apalagi roti wijen dalam keadaan hangat beeegghh
aku lebih menyukainya.pada saat aku berada di ruang tamu sepintas seperti ada
yang lewat di belakangku. Tapi, aku pura-pura tidak tahu dan aku berusaha
melupakan itu dengan membaca koran soccer yang ada di ruang tamu sambil
mendengarkan musik. Hari sudah malam aku segera mengerjakan tugas yang di
berikan bu guru di sekolah itu untuk menghindari rasa takut yang sedang aku
alami. Waktu menunjukkan pukul 23.00
malam, tugas yang berat sudah aku kerjakan dan saatnya aku tidur di kamar
belakang. Suasana di dalam kamar sangat panas aku lalu keluar kamar sambil
kipas-kipas di luar. Sambil kipas di ruang tamu, mataku mulai berat dan aku
tertidur tetapi mataku masih merem melek tiba-tiba sesosok nenek-nenek
berpakaian hitam ada di pojok ruang tamu sedang duduk. Tanpa pikir panjang lagi
aku langsung ke kamar belakang dan tidur secepatnya. Rupanya ibuku juga pernha
melihatnya pada saat kakakku terkena campak. Cuma ibuku tidak mau memberitahuku
tentang nenek tua itu.
Pada
pagi harinya orang-orang yang ada di sekitar rumahku tahu tentang rumah
kontrakkan itu. Dulu memang ada kejadian di rumah itu (yang aku tempati) sebelu
aku berada disini. Waktu itu sekeluarga pergi jalan-jalan ke benteng kuto besak
lalu mereka menitipkan anaknya ke nenek mereka. Sang nenek yang sedang
mengendong cucunya tiba-tiba terjatuh di ruang tamu. Nenek menindih cucunya
sehingga cucunya menanggis dan si nenek pun akhirnya meninggal. Suara tangisan
anak kecil terdengar oleh warga sekitar segera mendobrak rumah itu untuk
menyelamatka anak kecil dan nenek itu. Tapi, nyawa sang nenek tidak bisa
ditolong lagi. Sejak saat itu setiap malam dia ada di rumah itu dan adanya
penampakan nenek itu. Sekian.
ciieee ciieeee anak SDN 63 Palembang ....
BalasHapustemen sekelasKu nih. Hahahahaa,,,
Apa kabarnya Fif??
Oh ya, langsung aja deh,,
Nomor hp elu berapa? or pin BBM Gitu...
Nih aku Devi Viviyanti, temen SD Lu dulu n sering maen ke rumahMu (Lorong Hanan) rumahMu depanan kan sama rumahnya Sinta ??
Hahahahaaa ,,,
ni nomor HP Aku 08992384173
dan ini pin BBM aku 7E70D70C
di Invite n di sms ya nomornya, udah lama gk Ngobrol sama kamu setelah Lulus dari SDN 63 ^^