Tugas ke 6 Ilmu Sosial Dasar (ISD)
Pengertian Masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan
istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup
(atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara
individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata
"masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak.
Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan
antar entitas-entitas.
Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama
lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang
yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Syarat-syarat menjadi
Masyarakat
-
Manusia yang hidup dalam waktu yang lama
-
Saling berkomunikasi satu sama lain
-
Menjunjung tinggi rasa persatuan
-
Peduli kepada orang lain
-
Terjadinya berkelompok di dalam suatu daerah
Tipe-tipe Masyarakat
-
Adanya sekumpulan banyak orang
-
Menetap di daerah tertentu dalam jangka waktu yang lama
-
Adanya sikap peduli untuk menolong orang lain
-
Menciptakan kerukunan
-
Melakukan kerja bakti bersama-sama
-
Terciptanya komunikasi yang baik antar sesama
Masyarakat Perkotaan
Pengertian Masyarakat Perkotaan
Kota menurut definisi universal adalah sebuah area urban yang
berbeda dari desa ataupun kampong berdasarkan ukuranya,kepadatan
penduduk,kepentingan atau status hukum.
Beberapa definisi (secara
etimologis) “kota”dalam bahasa lain
yang agak tepat dengan pengertian ini,seperti dalam bahasa Cina,kota artinya
dinding dan dalam bahasa Belanda kuno,tuiin,bisa berarti pagar.Jadi dengan
demikian kota adalah batas. Selanjutnya masyarakat perkotaan sering disebut
juga urban community,Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada
sifat-sifat kehidupanya serta cirri-ciri kehidupanya yang berbeda dengan
masyarakat pedesaan.
Ciri-ciri Masyarakat Perkotaan
- kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
- orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Di kota – kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan , sebab perbedaan kepentingan paham politik , perbedaan agama dan sebagainya .
- Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan , menyebabkan bahwa interaksi – interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi.
- pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
- kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa
- interaksi yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripaa factor pribadi
- pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu
- perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.
Masyarakat Pedesaan
Pengertian desa
Desa, atau udik,
menurut definisi "universal", adalah sebuah aglomerasi permukiman di
area perdesaan (rural). Di Indonesia,
istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di
bawah kecamatan,
yang dipimpin oleh Kepala Desa. Sebuah desa merupakan kumpulan dari beberapa unit
pemukiman kecil yang disebut kampung (Banten, Jawa Barat) atau dusun
(Yogyakarta) atau banjar (Bali) atau jorong (Sumatera Barat). Jadi, desa adalah
kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang
untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal
usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan di hormati dalam sistem
pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI)
Ciri-ciri Desa
-
Mata Pencaharian penduduk
relative pada sektor pertanian
-
Pendidikan antara lahan
dan penduduk relative besar yaitu dimana lahan yang luas di huni oleh penduduk
yang sedikit
-
Hubungan antar warga relative
akrab
-
Pada umumnya tradisi
leluhur masih di pegang kuat
-
Norma agama dan hukum
adat masih kuat
-
Kehidupan masyarakat
sangat erat dengan alam
-
Hubungan antar masyarakat
desa berdasarkan ikatan kekeluargaan yang erat gemmeinschaf
-
Perkembangan sosial relative
lamban dan control sosial ditentukan oleh moral dan hukum informa.
-
Di dalam Masyarakat
pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat
bila dibandingkan dengan Masyarakat pedesaan lainnya diluar batas wilayahnya.
-
Sistem kehidupan umumnya
berkelompok dengan dasar kekeluargaan
-
Sebagian besar warga
masyarakat pedesaan hidup dalam pertanian
-
Masyarakat tersebut homogen,
seperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan sebagainya.
-
Masyarakat desa belum
mengerti adanya teknologi baru
-
Masyaraat desa hanya
tinggal di rumah terbuat dari kayu.
-
Adanya rasa saling
tolong-menolong antar sesama
-
Menjunjung tinggi rasa
kebersamaan
-
Mencintai seni dan dekat
dengan alam
-
Masyarakat desa
menjunjung tinggi perintah agama islam
-
Mementingkan kesopanan
dalam wujud unggah-ungguh tata karma, tata susila dan lain sebagainya yang
berhubungan dengan etika sopan santun
-
Memahami pergantian
musim(pranata mangsa) yang berkaitan dengan masa panen dan masa tanam
-
Suka kemitraan dengan
mengangap siapa saja sebagai saudara dan wajib dijamu bila berkunjung ke rumah
-
Kehidupan yang sederhana
serta memiliki sikap yang baik kepada orang lain.
Kehidupan Masyarakat
Pedesaan sangat sederhana. Mereka tidak memiliki teknologi baru tetapi, mereka
menggunakan alat yang sederhana untuk memenuhi keburuhan sehari-hari. Masyarakat
Pedesaan sangat perduli terhadap lingkungan yang bersih dan aman selain itu,
Masyarakat Pedesaan memiliki rasa saling tolong menolong antar sesama.
Masyarakat pedesaan
menjunjung tinggi nilai kesopanan dalam tata karma, tata susila, yang merupakan
cirri khas dari Masyarakat Pedesaan.
Perbedaan Masyarakat
Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
Masyarakat pedesaan dan
Masyarakat perkotaan kehidupannya sangat berbeda baik dari lingkungan, tingkah
laku, status sosial dan cara berpikir. Kehidupan Masyarakat Pedesaan lebih ke
budaya. Contohnya di betawi, dalam acara pernikahan mereka sering melakukan
ritual pantun sebelum acara pernikahan dimulai. Masyarakat pedesaan sangat
dekat dengan alam sekitarnya,sering bercocok tanam,terbiasa hidup mandiri,dan
hidup dalam kesederhanaan. Sementara kehidupan Masyarakat perkantoran memiliki
kehidupan yang serba kecukupan dalam berbagai hal. Contohnya Masyarakat
perkotaan kebanyakan menghabiskan banyak waktu di mall, karaoke, diskotik, dan
tempat-tempat hiburan lainnya. Selain itu, Masyarakat perkotaan mampu membiayai
kebutuhan sehari-hari, serta orang-orang kota bekerja di tempat yang lebih baik
dan menghasilkan banyak uang. Masyarakat perkotaan dalam urusan berpakaian
lebih mewah dari pada masyarakat pedesaan.
Kasus Masyarakat
Perkotaan
Kehidupan Masyarakat
Perkotaan kebanyakan menghabiskan waktu belanja di mal.
Mereka tidak peduli
dengan uang mereka yang terpenting bagi mereka membeli barang yang mewah. Orang-orang
dikota mampu mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari selain itu, mereka bisa
mempergunakan teknologi keluaran baru. cara berpikir mereka lebih cepat
mengerti.orang-orang perkotaan juga mampu mencari pekerjaan lebih cepat dan
bisa menghasilkan banyak uang. Tapi, sayangnya kehidupan Masyarakat perkotaan
kebanyakannya tidak mau mandiri. Mereka cenderung malas mengerjakan pekerjaan
rumah seperti: mengepel, mencuci baju, menyetrika, mencuci piring serta
membersihkan yang lain, mereka lebih suka adanya pembantu dirumah yang bisa
dimintai pertolongan.
Analisis saya :
seharusnya mereka yang tinggal di daerah perkotaan harus bisa mandiri. Mereka tidak
pantas menyuruh-nyuruh orang yang lebih tua(pembantu). Tugas seperti mengepel,
mencuci baju dan mencuci pring seharusnya mereka bisa melakukan pekerjaan itu. Selain
itu, tidak boleh menghabiskan uang untuk barang-barang yang tidak penting,
sebaiknya mereka menyimpan uang itu untuk masa depan atau mereka dapat
memberikan penghasilan mereka kepada pengamen yang lebih bermanfaat ketimbang
membeli barang yang tidak jelas manfaatnya.
Hubungan desa dan kota
a. masyarakat
tersebut bukanlah 2 komunitas yang berbeda
b. bersifat ketergantungan
c. kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan
d. desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis pekerjaan tertentu
e. sebaliknya, kota menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan desa
f. peningkatan penduduk tanpa diimbangi perluasan kesempatan kerja berakibat kepadatan
g. mereka kelompok para penganggur di desa
b. bersifat ketergantungan
c. kota tergantung desa dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan
d. desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis pekerjaan tertentu
e. sebaliknya, kota menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan desa
f. peningkatan penduduk tanpa diimbangi perluasan kesempatan kerja berakibat kepadatan
g. mereka kelompok para penganggur di desa
Masyarakat pedesaan dan perkotaan
bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam
keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat
ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada
dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras sayur
mayur , daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi
jenis jenis pekerjaan tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam
proyek proyek perumahan. Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau
jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman.
Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang
pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota
terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.
“Interface”, dapat diartikan adanya kawasan perkotaan yang tumpang-tindih dengan kawasan perdesaan, nampaknya persoalan tersebut sederhana, bukankah telah ada alat transportasi, pelayanan kesehatan, fasilitas pendidikan, pasar, dan rumah makan dan lain sebagainya, yang mempertemukan kebutuhan serta sifat kedesaan dan kekotaan.
Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.
Secara teoristik, kota merubah atau paling mempengaruhi desa melalui beberapa cara, seperti: (i) Ekspansi kota ke desa, atau boleh dibilang perluasan kawasan perkotaan dengan merubah atau mengambil kawasan perdesaan. Ini terjadi di semua kawasan perkotaan dengan besaran dan kecepatan yang beraneka ragam; (ii) Invasi kota , pembangunan kota baru seperti misalnya Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah perdesaan menjadi perkotaan. Sifat kedesaan lenyap atau hilang dan sepenuhnya diganti dengan perkotaan; (iii) Penetrasi kota ke desa, masuknya produk, prilaku dan nilai kekotaan ke desa. Proses ini yang sesungguhnya banyak terjadi; (iv) ko-operasi kota-desa, pada umumnya berupa pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke kota. Dari keempat hubungan desa-kota tersebut kesemuanya diprakarsai pihak dan orang kota. Proses sebaliknya hampir tidak pernah terjadi, oleh karena itulah berbagai permasalahan dan gagasan yang dikembangkan pada umumnya dikaitkan dalam kehidupan dunia yang memang akan mengkota.
Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah :
“Interface”, dapat diartikan adanya kawasan perkotaan yang tumpang-tindih dengan kawasan perdesaan, nampaknya persoalan tersebut sederhana, bukankah telah ada alat transportasi, pelayanan kesehatan, fasilitas pendidikan, pasar, dan rumah makan dan lain sebagainya, yang mempertemukan kebutuhan serta sifat kedesaan dan kekotaan.
Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.
Secara teoristik, kota merubah atau paling mempengaruhi desa melalui beberapa cara, seperti: (i) Ekspansi kota ke desa, atau boleh dibilang perluasan kawasan perkotaan dengan merubah atau mengambil kawasan perdesaan. Ini terjadi di semua kawasan perkotaan dengan besaran dan kecepatan yang beraneka ragam; (ii) Invasi kota , pembangunan kota baru seperti misalnya Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah perdesaan menjadi perkotaan. Sifat kedesaan lenyap atau hilang dan sepenuhnya diganti dengan perkotaan; (iii) Penetrasi kota ke desa, masuknya produk, prilaku dan nilai kekotaan ke desa. Proses ini yang sesungguhnya banyak terjadi; (iv) ko-operasi kota-desa, pada umumnya berupa pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke kota. Dari keempat hubungan desa-kota tersebut kesemuanya diprakarsai pihak dan orang kota. Proses sebaliknya hampir tidak pernah terjadi, oleh karena itulah berbagai permasalahan dan gagasan yang dikembangkan pada umumnya dikaitkan dalam kehidupan dunia yang memang akan mengkota.
Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah :
a). Urbanisasi dan Urbanisme
Dengan adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. (soekanto,1969:123 ).
b) Sebab-sebab Urbanisasi
1.) Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan daerah kediamannya (Push factors)
2.) Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap dikota (pull factors)
• Hal – hal yang termasuk push factor antara lain :
a. Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
b. Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
c. Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
d. Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
e. Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
Hal – hal yang termasuk pull factor antara lain :
a. Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan
b. Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
c. Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
d. Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
e. Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah ( Soekanti, 1969 : 124-125 ).
Lima
unsur Lingkungan Perkotaan
Perkembangan kota merupakan manifestasi
dari pola-pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik. Kesemuanya
akan tercermin dalam komponen-komponen yang membentuk stuktur kota tersebut.
Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan setidaknya
mengandung 5 unsur yang meliputi :
- Wisma : unsure ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Unsure wisma ini menghadapkan
>dapat mengembangkan daerah
perumahan penduduk yang sesuai dengan pertambahan kebutuhan penduduk untu masa
mendatang
>memperbaiki keadaan lingkungan
perumahan yang telah ada agar dapat mencapai standar mutu kehidpan yang layak,
dan memberikan nilai-nilai lingkungan yang aman dan menyenangkan
- Karya : unsure ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsure ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.
- Marga : unsure ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.
- Suka : unsure ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian
- Penyempurna : unsure ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar